Mengemudi Mobil Sebelum Larangan Dicabut, Wanita Saudi Dihukum

Riyadh Kepolisian Arab Saudi telah menghukum seorang wanita lokal yang merekam dirinya sedang mengemudikan mobil. Kasus ini terjadi saat larangan wanita mengemudikan kendaraan belum secara resmi dicabut oleh otoritas Saudi.

Seperti dilansir AFP, Selasa (10/10/2017), Kepolisian Saudi telah memanggil wanita yang tidak disebut namanya itu dan menanyainya. Dia dinyatakan secara terangterangan melanggar aturan lalu lintas setelah muncul dalam video yang menunjukkan dirinya mengemudikan sebuah mobil keluar dari sebuah hotel mewah di Riyadh.

“Kami menyerukan kepada seluruh warga Saudi untuk menghormati aturan hukum dan menunggu hingga larangan wanita mengemudi diakhiri secara resmi,” terang juru bicara Kepolisian Saudi kepada AFP.

Wanita Saudi itu telah dijatuhi hukuman terkait kasus ini. Namun juru bicara kepolisian ini tidak menyebut lebih jelas hukuman yang dijatuhkan kepadanya. Sang juru bicara kepolisian hanya menegaskan wanita itu tidak ditangkap.

Sang pemilik mobil yang dikendarai wanita itu dalam video, telah dimintai keterangan secara terpisah dan dihukum karena melanggar aturan lalu lintas.

Bulan lalu, otoritas Saudi mengumumkan dekrit Raja Saudi Salman bin Abdulaziz AlSaud yang mengatur penerbitan surat izin mengemudi bagi wanita di Saudi. Dekrit ini baru akan diberlakukan pada Juni 2018 mendatang.

Keputusan ini dipandang bersejarah bagi Saudi yang selama ini melarang wanita mengemudi. Keputusan itu dipuji banyak pihak, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebutnya sebagai langkah positif dalam memperjuangkan hak dan kesempatan bagi kaum wanita di Arab Saudi.

Namun pada praktiknya banyak wanita Saudi yang takut mereka menjadi korban kaum konservatif yang menganggap pendamping pria memiliki wewenang untuk mengambil keputusan bagi kaum wanita. Reaksi negatif juga diberikan kalangan konservatif terhadap rencana pencabutan ini.