Mengaku Direstui Prabowo, Pasangan Ini Daftar Jadi Cagub Riau

Menjelang batas akhir pendaftaran paslon di Pilgub Riau, satu pasangan mendaftar ke KPU Riau. Mereka mengaku mendapat SK dari PKB dan Gerindra.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 23.30 WIB atau kurang dari 30 menit menjelang batas akhir pendaftaran pukul 24.00. Langkah mereka dinilai tak masuk akal. Sebab, pada pukul 21.30 WIB, paslon resmi PKB dan Gerindra, Lukman Edy dan Hardianto, baru selesai mendaftar.

Paslon yang mengaku mendapat SK PKB dan Gerindra itu adalah Syamsurizal sebagai cagub dan Zaini Ismail sebagai cawagub. Syamsurizal adalah mantan Bupati Bengkalis. Setelah menjabat bupati, Syamsurizal kembali mengabdi sebagai PNS dan menjabat di Pemprov Riau. Malah dia pernah menjabat pelaksana tugas Walkot Pekanbaru.

Adapun Zaini Ismail baru dua tahun ini lengser dari jabatan Sekda Riau. Dari jabatan di PNS, Zaini sudah menduduki posisi paling atas di Riau. Tapi anehnya, kedua pejabat yang juga dianggap sebagai tokoh masyarakat Riau ini bisa mengaku mendapat SK dukungan dari PKB dan Gerindra.

Ketua DPW PKB Riau Abdul Wahid kepada membenarkan bahwa Syamsurizal dan Zaini tadi malam menghubunginya untuk minta didampingi mendaftar ke KPU Riau.

“Tadi malam saya dihubungi keduanya disuruh mendampingi. Saya sempat jelaskan bahwa saya tidak ada dapat perintah dari DPP PKB untuk mendaftarkan mereka. Saya jelas DPP PKB dan Gerindra hanya memberikan SK pada pasangan Lukman Edy dan Hardianto,” kata Wahid, Kamis (11/1).

Masih menurut Wahid, walau sudah dijelaskan bahwa tidak ada perintah DPP PKB, paslon tersebut tetap nekat mendaftar ke KPU Riau.

“Syamsurizal tetap ngotot kalau dirinya sore itu sudah bertemu dengan Prabowo dan Muhaimin memberikan dukungan kepadanya. SK DPP PKB dan Gerindra katanya akan dikirim melalui e-mail. Ya itu pengakuan dia ke saya,” kata Wahid.

Masih menurut Wahid, dia tetap memberikan keyakinan bahwa DPP PKB dan Gerindra hanya merestui pasangan Lukman Edy dan Hardianto.

“Dikasih tahu juga tetap ngotot, ya sudah dipersilakan saja mendaftar. Tapi belakangan malam itu juga KPU Riau menolak pendaftaran mereka karena persyaratan administrasi paslon tidak ada,” kata Wahid.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *