Mendagri Minta Panwaslu Tindak Tegas Ujaran Kebencian di Kampanye

Mendagri Tjahjo Kumolo bakal menyoroti pelaksanaan Pemilihan Pilkada Serentak 2018. Dia meminta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menindak tegas pelaku kampanye hitam.

Ada sejumlah hal yang disoroti Tjahjo dalam hal kampanye hitam, yakni politik uang, kampanye melalui ujaran kebencian, dan peningkatan partisipasi pemilih. Menurut dia, pemerintah menargetkan partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2018 minimal 78 persen.

“Pilkada bisa dikatakan sukses kalau tingkat partisipasinya meningkat. Pilkada kemarin mencapai 74 persen, dan 2018 minimal meningkat menjadi 78 persen,” ucap Tjahjo setelah memperingati acara Hari Nusantara di Pelabuhan Cirebon, Rabu (13/12/2017).

Dia meminta Panwaslu bertindak tegas terhadap para calon kepala daerah dan tim sukses yang melakukan kampanye melalui politik uang, menggunakan SARA, dan menyampaikan ujaran kebencian. Ketiga hal tersebut, kata Tjahjo, bakal memicu konflik dan mengganggu kesuksesan pilkada.

“Panwaslu harus tindak tegas pelaku politik uang dan kampanye ujaran kebencian, termasuk SARA,” tegas dia.

“Tiga hal itu saja yang harus kita perhatikan. Panwaslu harus tegas soal itu. Calon kepala daerah itu dalam berkampanye cukup mengadu program dan gagasan saja,” lanjut Tjahjo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *