Menagih Solusi Ridwan Kamil Soal Tarif ‘Mencekik’ Taksi Bandara

Protes masyarakat soal mahalnya tarif taksi yang ‘mencekik’ di Bandara Husein Satranegara terus mengalir. Tahun lalu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berjanji akan menyelesaikan masalah ini. Bagaimana kelanjutannya?

Bulan April 2016 lalu, pria yang karib disapa Emil itu mengatakan akan berbicara kepada PT Angkasapura II dan TNI AU soal monopoli taksi di Bandara Husein Sastranegara. Emil sendiri kerap menerima keluhan dari warganet soal tarifnya yang ‘mencekik’ juga pelayanan yang buruk.

“Saya sudah baca (keluhan warga), kan satu-satu yah. Bandaranya udah. Nah berikutnya, itu sudah dirapatkan sebenarnya. Sudah rapat antara Dishub, Angkasa Pura dan TNI AU,” ujar Emil, sapaan karib Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (11/4/2016).

Waktu bergulir, namun solusi tak kunjung datang. Bahkan saat bermunculan transportasi berbasis aplikasi, Bandara Husein Sastranegara semakin menutup diri. Transportasi berbasis aplikasi tidak diizinkan masuk ke area bandara. Masyarakat tidak punya pilihan lain. Sementara area Bandara jauh dari pinggir jalan. Jika tak ingin kena tarif mencekik, masyarakat harus berjalan kaki kurang lebih 500 meter hingga ke depan gerbang untuk mencari alternatif transportasi lain.

Bulan September 2016, Emil meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung untuk membereskan persoalan taksi bandara. Saat itu Emil mengatakan, pihaknya sudah pernah berbicara langsung dengan pihak TNI AU. Namun belum menghasilkan kesepakatan.

“Dulu pernah ngobrol dengan Danlanud yang lama. Belum ada follow up lagi. Intinya mah tolong atur pertaksian seperti di bandara lain di Indonesia yang sudah profesional. Harus prespektif konsumen. Itu saja sebenarnya,” kata Emil (5/9/2016) lalu.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan pihak pengelola ingin mengajukan biaya khusus taksi bandara, setelahnya mereka mau menggunakan argo. Pihak taksi Primkop-AU menginginkan biaya tambahan yang dibebankan kepada penumpang sebesar Rp 15 ribu.

Hingga saat ini, satu tahun berlalu, solusi soal taksi Bandara Husein Sastranegara ini belum juga muncul. Masyarakat menagih komitmen Pemkot Bandung dan Pihak Bandara Husein Sastranegara untuk solusi masalah yang tak kunjung tuntas ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *