Membaca Strategi Kubu Khofifah Rebut Emil Dardak dari PDIP

Kubu Khofifah Indar Parawansa memilih Emil Elestianto Dardak sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur. Setidaknya sudah ada dua partai yang mendeklarasikan dukungan terhadap duet KhofifahEmil, yakni Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Majunya Emil mendampingi Khofifah dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur membuat jengkel elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Maklum, selama ini Emil adalah kader PDIP. Bupati Trenggalek itu juga aktif ikut sekolah calon kepala daerah PDIP.

Berdasar sejumlah survei di Jawa Timur, elektabilitas Emil sebagai calon wakil gubernur berada di posisi kedua setelah Abdullah Azwar Anas, yang juga kader PDIP.

PDIP akhirnya mengajukan Anas sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur untuk mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai cagub. Alasannya, Anas saat ini sudah masuk periode kedua sebagai Bupati Banyuwangi. Sedangkan Emil baru dua tahun menjadi Bupati Trenggalek.

Tak diusung PDIP, Emil direbut kubu Khofifah. Demokrat dan Golkar, yang mengusung Khofifah, tak mengajukan cawagub. Lantas apa alasan kubu Khofifah memilih Emil?

Seorang politikus pendukung Khofifah mengatakan Emil sengaja dipilih untuk menggaet pemilih milenial di Jawa Timur. “Emil ini kan muda, ganteng. Diharapkan ini bisa menggaet pemilih milenial,” kata politikus yang tak mau disebutkan namanya itu saat berbincang dengan detikcom, Kamis (23/11/2017).

Hal yang sama dikatakan oleh Koordinator Bidang Pemenangan Wilayah Jawa dan Sumatera Partai Golkar Nusron Wahid. Selain itu, Emil, yang dari kalangan nasionalis, diharapkan bisa menggaet pemilih di wilayah Mataraman, seperti Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Trenggalek, dan Bojonegoro.

“Kami harapkan Emil bisa menyedot basis pemilih Mataraman dan generasi milenial,” kata Nusron kepada detikcom, Kamis (23/11/2017).

Menurut Nusron, Khofifah mensyaratkan partai pendukungnya memilih cawagub dari kalangan nasionalis. Seperti diketahui, Khofifah berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama yang kuat di wilayah Tapal Kuda, meliputi Pasuruan (bagian timur), Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Alasan itulah yang menjadi musabab Golkar tak mengajukan nama cawagub saat memutuskan mendukung Khofifah. “Khofifah mensyaratkan wakilnya dari kawasan Mataraman. Kebetulan kami belum punya sosok yang kuat di kawasan tersebut,” kata Nusron.

Terkait reaksi keras dari PDIP, Nusron mengatakan itu bukan ranah Golkar. “Kita tidak ada maksud membajak, tapi ya mereka minta dukungan, masak nggak kita kasih,” kata dia.

Nusron menegaskan keputusan Golkar mendukung KhofifahEmil dalam rangka agar orang Jawa Timur mendapatkan suguhan pilihan yang samasama menjanjikan dan figurfigur terbaik.