Melihat Sekolah Alam Bukit Pelangi Di Pekalongan

Masih ingat dengan sebuah film Laskar Pelangi? Ya, sekolah yang beratap langit dan beralaskan bumi dengan bangunan kelas seadanya yang lebih banyak belajar di alam bebas.

Nah, hampir mirip, seorang perempuan muda di Pekalongan, membuat sebuah sekolah yang berkonsep sekolah alam. Konsep sekolah alam ini, lebih mendekatkan dunia anak-anak dalam belajar, bermain dan berpetualangan.

Sepintas, saat detikcom Rabu (29/08/2017) masuk di halaman sekolah alam ini, memang tidak tampak seperti sekolah formal lainnya. Bahkan, sekolah alam ini seperti halnya sebuah taman bermain anak-anak. Anak-anaknyapun, tidak menggunakan seragam. Mereka berpakaian seperti halnya pakaian sehari-hari.

Sekolah alam yang juga Kelompok Bermain (KB) Bukit Pelangi ini berada di Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar. Sekolah Bukit Pelangi ini telah dirintis sejak tahun 2013 lalu, oleh Ika Nela Sutiyani.

Dirintis dari uangnya sendiri, wanita muda ini tergugah hatinya untuk membuat pola pengajaran yang mudah diserap oleh anak-anak, yang disampaikan dengan cara belajar, bermain dan berpetualangan.

Kendati ada ruang kelas, namun proses belajarnya sengaja dilakukan di alam bebas. Karena inilah, sekolah ini disebut-sebut sebagai sekolah alam satu-satunya di Pekalongan.

“Untuk materi pelajarannya, selain pelajaran formal, kita tambahkan juga non formal dan dilakukan dengan pendekatan yang berbeda, yang membuat anak senang,” jelas Ika.

Di Sekolah Alam Pekalongan ini, terdapat jenjang sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) serta Madrasah Ibtidiyah (MI). Saat ini, siswanya masih tergolong sedikit, untuk Paud dan TK terdapat 15 anak, sedangkan MI ada 6 anak.

Di sekolah alam ini, Ika Nela tidak membatasi pada siapapun anak yang ingin bermain dan belajar di sekolah alam miliknya. Baik kaya atau miskin, atau anak berkebutuhuan khusus juga akan diterima.

“Ilmu hidup yang kita berikan. Selain pelajaran formal, kita berikan dengan tiga metode, pertama dengan metode belajar bersama alam, dengan mengenal alam kita tambah pegalaman, dengan tambah pengalaman kita tambah ilmu dengan tambah ilmu kita tambah iman, itu intinya dari konsep sekolah alam,” jelas Ika.

Ditambahkan Ika Nela, metode bahasa yang yang digunakannya dengan bahasa bunda. Termasuk, tentang bagaimana bisa menghadapi mereka untuk bisa menikmati pembelajaran.

Dengan melakukan pendekatan belajar di alam ini, menurutnya, akan memudahkan anak lebih mendapatkan ilmu pelajaran dan membentuk karakter sesuai dengan kepribadian anak. Menurutnya, belajar bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun.

“Impian, jelas ada. Agar sekolah ini bisa memotivasi banyak orang untuk lebih menciptakan pendidikan yang membuat anak senang, sehingga ilmu mudah diserap mereka,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *