Marah, Pakistan Panggil Dubes AS Terkait Kicauan Trump

Pemerintah Pakistan memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Islamabad, David Hale, terkait kicauan Presiden AS Donald Trump. Melalui Twitter, Trump menuding Pakistan menipu AS yang telah memberikan bantuan hampir Rp 450 triliun.

Seperti dilansir AFP, Selasa (2/1/2017), Dubes Hale diminta untuk datang ke kantor Kementerian Luar Negeri Pakistan di Islamabad pada Senin (1/1) malam waktu setempat. Namun isi pembicaraan dalam pemanggilan itu tidak diungkap ke publik.

“Kami tidak berkomentar soal substansi pertemuan,” ucap juru bicara Kedutaan Besar AS di Pakistan.

Tidak ada komentar lebih lanjut juga dari otoritas Pakistan soal pemanggilan Dubes AS itu.

Namun pemanggilan ini dilakukan sesaat setelah otoritas Pakistan memberikan reaksi keras atas tudingan Trump yang menyebut Pakistan menjadi ‘persembunyian aman’ bagi para militan. Tudingan itu disampaikan Trump melalui kicauan pertamanya tahun 2018 ini.

“Amerika Serikat telah secara bodoh memberikan bantuan senilai lebih dari US$ 33 miliar selama 15 tahun terakhir, dan mereka tidak memberikan apapun kepada kita selain kebohongan dan ketidakjujuran, mengira pemimpin kita sama bodohnya,” ucap Trump via akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump pada 1 Januari waktu AS.

“Mereka (Pakistan-red) memberikan tempat persembunyian kepada para teroris yang kita buru di Afghanistan, dengan sedikit bantuan. Tidak lagi!” imbuh Trump.

Kicauan Trump itu langsung ditanggapi oleh Pakistan yang menegaskan negaranya telah melakukan banyak hal untuk AS. Pakistan menegaskan pihaknya telah membantu ‘membinasakan’ Al-Qaeda namun justru menuai cacian dan ketidakpercayaan AS.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Pakistan, Khawaja Asif, menyebut kicauan cuitan Trump soal bantuan itu tidak lagi relevan. “Kami sudah memberitahu AS bahwa kami tidak menerima lagi (bantuan), sehingga (ucapan) ‘Tidak lagi’ dari Trump tidak ada pentingnya. Pakistan siap menyajikan rincian bantuan AS yang telah diterima di depan publik,” ucap Asif kepada stasiun Geo TV.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *