Marah ke AS-Korsel, Korut Kembali Ancam Tembak Rudal ke Guam

Otoritas Korea Utara (Korut) kembali melontarkan ancaman untuk menembakkan rudal ke Guam, wilayah Amerika Serikat (AS) di Pasifik. Ancaman ini disampaikan usai AS dan Korea Selatan (Korsel) mengumumkan akan kembali menggelar latihan militer gabungan pekan depan.

Dalam pernyataan terbarunya melalui kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA), seperti dilansir CNN, Jumat (13/10/2017), Korut memperingatkan bahwa setiap langkah sembrono dari AS akan memaksa Korut mengambil tindakan tegas.

“Kami telah berulang kali memperingatkan bahwa kami akan mengambil langkah pembalasan untuk pertahanan diri, termasuk salvo (tembakan serentak) rudal ke perairan dekat Guam, wilayah AS,” demikian sebut KCNA mengutip pernyataan Kim KwangHak, peneliti Institut Kajian Amerika pada Kementerian Luar Negeri Korut.

Pernyataan ini membangkitkan kembali ancaman Korut yang pada Agustus lalu, secara terangterangan mengancam akan menembakkan empat rudal balistik antarbenua (ICBM) miliknya ke Guam. Terdapat sedikitnya dua pangkalan militer AS di pulau kecil di Pasifik tersebut.

“Aksi militer AS memperkuat tekad kami bahwa AS harus dijinakkan dengan api dan biarkan kami semakin mendekatkan tangan pada pelatuk untuk mengambil langkah pembalasan paling keras,” imbuh pernyataan Kim KwangHak yang dikutip KCNA.

Laporan terbaru KCNA ini juga menyebut sejumlah hal yang disebutnya sebagai provokasi AS, seperti rentetan ancaman bombastis dari Presiden AS Donald Trump, pengerahan kapal selam bertenaga nuklir dan kapal induk AS ke kawasan Semenanjung Korea, serta ronde terbaru latihan militer gabungan ASKorsel.

KCNA mengakhiri artikelnya dengan peringatan khas, yakni AS akan menjadi satusatunya pihak yang bertanggung jawab karena mendorong situasi di Semenanjung (Korea) ke titik ledakan.

Pekan ini, Armada Ketujuh AS mengumumkan rencana latihan gabungan Angkatan Laut dengan militer Korsel. Latihan gabungan itu akan berlangsung mulai 1626 Oktober mendatang di Laut Timur atau Jepang dan Laut Kuning. Kapal induk USS Ronald Reagan dan dua kapal penghancur AS akan ikut serta dalam latihan tersebut bersamasama dengan kapalkapal militer Korsel.

Latihan ini akan menjadi pamer kekuatan terbaru pada Korut terkait program nuklir dan rudalnya. Diketahui bahwa latihan militer gabungan selalu membuat marah Korut. Otoritas Korut memandang latihan semacam ini sebagai latihan invasi ke wilayah mereka. Padahal AS telah menegaskan latihan ini murni untuk tujuan pertahanan.