Makin Dirasakan Manfaatnya, Selokan Ikan Di Bantul Akan Diperluas

Bantul Selokan ikan di Singosaren Bantul semakin menginspirasi warga di sekitarnya untuk ikut meniru. Banyak warga di kampungkampung sekitarnya berencana melakukan hal yang sama demi menjaga kebersihan saluran air dan menambah pemasukan.

Saluran air di Dusun Singosaren, Wukirsari, Imogiri, Bantul, merupakan salura air yang penuh ikan yang dibudidaya oleh warga. Kini cara itu dilirik banyak kalangan yang tertarik menirunya. Selain karena kondisi selokan menjadi indah, dengan adanya ribuan ikan kini di kanan kiri selokan tak lagi dijumpai sampah.

“Pengurus RT 3 Singosaren dan Dusun Manggung tertarik meniru selokan sini. Bahkan katanya di Dusun Manggung sudah siap, sudah membeli bahan,” kata Ketua RT 04 Singosaren, Asnan saat berbincang dengan detikcom, Rabu (13/9/2017).

Baca juga: Melihat Selokan di Bantul yang Penuh dengan Ribuan Ikan Nila

Selokan yang disulap menjadi kolam ikan ini di Bantul ada di wilayah RT 04, Dusun Singosaren, Kecamatan Imogiri. Setidaknya ada sekitar 11.000 ekor ikan di selokan sepanjang kurang lebih 100 meter tersebut.

“Di dalam selokan ini paling banyak ikan nila. Supaya pemandangannya lebih indah, oleh warga ikannya ditambah ikan mas, ikan koi, ikan lele, ikan bawal dan ikan tawas. Agar ikan tidak lari, kami memasang kincir dan jaring dari kawat sebagai sekat,” paparnya.

Asnan menerangkan, selokan yang disulap warga menjadi kolam ikan ini merupakan usaha warga dalam menjaga lingkungan. Sebelum ditaburi bibit ikan, selokan yang membelah Dusun Singosaren tersebut dipenuhi banyak sampah.

“Sekarang kanan kiri selokan kami beri papan imbauan, isinya seruan agar warga tidak lagi membuang sampah ke selokan. Selain itu papan yang dipasang juga berisi larangan nyetrum dan meracun ikan di selokan,” ucapnya.

Meski baru ditaburi ikan beberapa bulan, ternyata keberadaan ribuan ikan tersebut efektif mencegah warga kembali membuang sampah ke selokan. Oleh karenanya pengurus RT 04 berencana memperpanjang selokan yang ditaburi ikan.

“Rencananya panjang selokan yang ditaburi bibit ikan akan kami tambah. Mungkin kurang lebih sampai 300 meter, atau mungkin bisa lebih panjang. Karena kampung lain juga mau ikut menaburi selokannya dengan bibit ikan,” terangnya.

Seorang warga Singosaren, Muthohar (60) mengaku bangga selokan di RT 04 menjadi selokan percontohan. Dia tidak menyangka banyak wilayah lain ingin meniru selokan tersebut.

“Dulu kotor sekali kondisi selokan sini. Tetapi setelah ditaburi ribuan ikan, sekarang banyak masyarakat mulai sadar. Misalnya dulu orang nyapu pagipagi sampahnya dibuang ke selokan, sekarang sudah tidak lagi,” pungkasnya.