Maju Pilpres, Sosialita Penantang Putin Dicurigai Antek Kremlin

Keputusan sosialita Rusia, Ksenia Sobchak, untuk maju menjadi calon presiden Rusia memicu pertanyaan. Sobchak yang ayahnya merupakan mentor politik Vladimir Putin, dicurigai menjadi antek Kremlin untuk mengalihkan perhatian publik.

Diketahui bahwa penantang Putin paling terkenal di Rusia, Alexei Navalny, dilarang untuk mencalonkan diri dalam pilpres yang akan digelar Maret 2018, setelah terjerat tindak pidana penggelapan yang dicurigai sarat politisasi. Navalny mampu menggerakkan banyak orang, terutama kalangan muda, untuk memprotes pemerintahan Putin dalam rentetan unjuk rasa.

Seperti dilansir CNN, Kamis (9/11/2017), Sobchak (35) yang juga dikenal sebagai jurnalis liberal, telah mengumumkan pencalonannya pada Oktober lalu. Kemunculan Sobchak dalam kandidat pencapresan menarik perhatian media dan publik. Dalam wawancara khusus dengan wartawan senior CNN, Christiane Amanpour, Sobchak menegaskan niatnya untuk menjadi Presiden Rusia dengan menyebut diri sebagai penantang sistem.

“Saya pikir saya sungguh bisa membuat orangorang datang dan memilih untuk melawan sistem memilih untuk Ksenia Sobchak,” tegas Sobchak.

Ksenia Sobchak
Sobchak menyebut dirinya mulai ikut serta dalam unjuk rasa oposisi melawan rezim tahun 2011 dan 2012. Banyak gagasan Sobchak yang bertolak belakang dengan Putin. Contohnya, Sobchak menyebut hubungan buruk Rusia dengan Amerika Serikat (AS) saat ini, merupakan sebuah kesalahan. “Crimea adalah wilayah Ukraina sesuai hukum internasional,” cetusnya, yang jelas bertentangan dengan pandangan Putin.

Pencalonan Sobchak ini menuai reaksi negatif dari beberapa pihak. Salah satunya Navalny, yang mencurigai kiprah Sobchak ini dirancang oleh Kremlin sebutan untuk Istana Kepresidenan Rusia. “Jelas permainan memuakkan dari Kremlin yang berjudul: Mari tempatkan sasaran olokolokan yang liberal untuk pemilu demi mengalihkan perhatian,” ujar Navalny kepada Reuters, merujuk soal pencapresan Sobchak.

Sebagai penantang pemerintahan Putin, Sobchak sendiri menghindari menyerang Putin secara personal. Sosok Sobchak tidak asing bagi Putin, karena ayah Sobchak, Anatoly, merupakan mentor politik Putin. Anatoly menjabat Wali Kota Saint Petersburg tahun 1990an dan saat itu Putin menjabat sebagai wakilnya. Sobchak merupakan sosok yang membawa Putin dari KGB ke dunia politik.

Dituliskan media The Guardian, Putin dalam beberapa kesempatan membahas soal utang politiknya terhadap Anatoly yang meninggal dunia tahun 2000 lalu. Kedekatan ayah Sobchak dengan Putin ini semakin memicu kecurigaan soal pencapresan wanita yang dijuluki Paris Hiltonnya Rusia ini.

Ksenia Sobchak
Kritikan lain datang dari penulis Rusia, Oleg Kashin, yang menyebut Sobchak sebagai antek yang dimanfaatkan oleh Kremlin untuk melegitimasi pilpres mendatang. Putin memang belum secara resmi mengumumkan pencalonannya, namun jajak pendapat menunjukkan dia akan menang mudah jika mencalonkan diri untuk periode keempat.

“Putin memandang tidak elok mengalahkan boneka badut yang biasa mencalonkan diri. Itulah mengapa Kremlin mencari wajah baru setiap kalinya. Wajah segar kali ini adalah Nona Sobchak,” kata Kashin.

Menanggapi kritikan itu, Sobchak menjawab dengan santai. “Terima kasih untuk pujiannya soal wajah baru. Karena saya sungguh percaya bahwa Rusia butuh wajah baru, generasi baru, untuk muncul di panggung politik,” ucapnya.