Mahfud MD: Saksi Kunci Tewas Tidak akan Hentikan Kasus Korupsi e-KTP

Yogyakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya untuk mengungkap kasus korupsi eKTP. Meski saksi kunci Johannes Marliem telah meninggal, pengungkapan kasus tidak akan terhenti.

“Memang agak menghambat, tetapi tidak menutup pintu. Tidak akan menyebabkan kasus itu terhenti,” kata Mahfud MD di Yogyakarta, Selasa(15/8/2017).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan kasus korupsi eKTP adalah kasus yang besar dan jelas ada korupsi. Negara sudah mengeluarkan dana untuk proyek eKTP tetapi ternyata tidak sampai ke kontraktor. Pihak kontraktor tidak menjalankan tugasnya karena uang belum diterima.

Oleh karenanya, semua pihak harus mendorong membantu negara melalui pengadilan agar bisa mengungkap kasus ini secara tuntas karena nilai uangnya cukup besar. “KPK mempunyai memilki banyak cadangan saksi selain saksi kunci Johannes Marliem,” katanya.

Kasus korupsi eKTP ini tidak boleh terhenti meski sejenak, karena korupsinya sudah jelas ada. Tinggal bagaimana menangkap orangya yang merupakan tugas pengadilan untuk memenjarakan.

“Tidak boleh terhenti. Itukan hanya satu alat bukti saja. Kasus ini berjalan terus,” kata Mahfud MD.