Madiun Food Festival Batal, Peserta Labrak EO

Akibat pembatalan secara sepihak, sejumlah peserta Madiun Food Festival mendatangi pihak penyelenggara untuk meminta pertanggungjawaban.

Sekitar 42 peserta Madiun Food Festival mendatangi panitia acara yang sedianya digelar hari ini, Sabtu (10/3/2018) di halaman Cun City Mall Kota Madiun tersebut. Peserta kecewa atas pembatalan secara sepihak oleh Event Organizer Black and White.

“Kami ini semua korban, kecewa dengan penyelenggara dengan mudahnya membatalkan acara. Padahal peserta sudah mengeluarkan biaya sewa stan,” ujar salah satu peserta bazar Vivi (35) kepada wartawan di Cun City Mall Madiun, Sabtu (10/3/2018).

Para peserta, lanjut Vivi, telah membayar sewa stan senilai Rp 500 ribu untuk dua hari. Peserta juga merasa dirugikan karena sudah terlanjur memasak makanan untuk bazar.

“Kita sudah masak makanan siap saji, terus buat apa. Intinya kita minta ganti rugi ke pihak manajemen, Event Organizer-nya,” celoteh peserta lain, Evi (25).

Kontan ucapan pemilik EO yang bermarkas di Sidoarjo itu disambut riuh oleh peserta. Sebab rata-rata dari mereka meminta jaminan pengembalian uang. “Tidak bisa dong pak, kami minta jaminan. Nanti kalau bapak pergi begitu saja gimana nasib kita. Bapak naik mobil kan, tinggal mobilnya,” teriak salah satu peserta dengan lantang.
Negosiasi antara pihak EO Black and White dengan peserta bazar di ruang meeting Cun City Mall pun berlangsung alot. Pihak EO mengaku belum sanggup mengembalikan uang sewa dan ganti rugi sebab uang hasil pendaftaran telah dipakai untuk biaya operasional.

“Mohon tenang ibu-ibu. Kami berjanji akan kembalikan paling lama satu minggu. Kami masih berupaya mencari solusi,” jelas pemilik EO Black and White, David Sigit di hadapan puluhan peserta.

Sementara itu, terkait insiden batalnya acara bazar yang dikemas dalam Madiun Food Festival, pihak manajemen Cun City Mall telah memberi tawaran ke pihak EO Black and White untuk diambil alih. Namun pihak EO tidak berkenan dengan alasan tidak bisa membayar uang sewa senilai Rp 10 juta, kendati pihak Cun City Mall telah memberi keringanan sebesar 50 persen.

“Sebenarnya kita sudah beri fasilitas diskon 50 persen namun pihak EO tetap tidak mau juga. Jadi terpaksa ini saya batalkan biar dirembuk peserta dengan EO untuk soal kerugian,” jelas juru bicara manajemen Cun City Mall, Nur Cholis.

Ditemui secara terpisah pemilik EO Black and White, David Sigit kepada wartawan mengaku bahwa batalnya acara disebabkan tidak adanya sponsor. Rencananya mereka mengandalkan sponsor dengan mengundang para pasangan calon (Paslon) Pilkada Kabupaten Madiun namun tidak mendapat respons.

“Semula kita memang akan mengundang para paslon namun gagal. Jadi alasan utama gagalnya acara ini karena dana,” ucap David.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *