Macron Telepon Rouhani, Minta Iran Tekan Assad Soal Ghouta Timur

Presiden Prancis Emmanuel Macron menelepon Presiden Iran Hassan Rouhani untuk membahas situasi kritis di Ghouta Timur, Suriah. Macron mendesak Rouhani untuk menekan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad agar menghentikan serangan-serangan di wilayah Ghouta Timur dan membuka akses bantuan kemanusiaan.

Dalam percakapan via telepon pada Minggu (4/3) waktu setempat, Macron mendesak Rouhani “untuk menggunakan tekanan yang diperlukan terhadap rezim Suriah untuk menghentikan serangan-serangan sembarangan terhadap penduduk yang terkepung di Ghouta Timur, mengizinkan akses kemanusiaan dan mengevakuasi para korban luka kritis.”

Demikian disampaikan kantor kepresidenan Prancis dalam statemen seperti dilansir media Anadolu Agency, Senin (5/3/2018).

Disebutkan kantor kepresidenan Prancis, kedua presiden tersebut setuju untuk bekerja sama dalam beberapa hari mendatang dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), rezim Assad dan negara-negara utama yang terlibat di Suriah untuk “mengirimkan bantuan yang diperlukan bagi warga sipil dan menerapkan gencatan senjata.”

Serangan-serangan yang dilakukan pasukan rezim Assad dan sekutunya di Ghouta Timur telah menewaskan lebih dari 700 warga sipil sejak 19 Februari lalu. Ghouta Timur, kawasan di pinggiran Damaskus yang dikuasai pemberontak, telah dikepung pasukan rezim selama lima tahun terakhir. Namun serangan-serangan yang gencar dilakukan rezim Assad dalam dua pekan terakhir telah membuat akses kemanusiaan ke wilayah tersebut benar-benar terputus. Ghouta Timur dihuni oleh sekitar 400 ribu warga.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *