Luncurkan Rudal Melintasi Jepang, Korut Punya Pesan Untuk Trump

Pyongyang Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan sebuah rudal balistik, yang kali ini melintasi wilayah udara Jepang. Rudal tersebut diluncurkan dari dekat kawasan Sunan, lokasi Bandara Internasional Pyongyang. Menurut sejumlah pakar, lewat pemilihan lokasi peluncuran ini, Korut memiliki pesan untuk Amerika Serikat.

Pakar keamanan internasional, Brendan ThomasNoone mengatakan, peluncuran rudal Korut tersebut tidaklah mengejutkan. Namun dikatakannya, lokasi peluncuran rudal pada Selasa (29/8) pagi tersebut merupakan bagian dari pesan untuk pemerintahan Presiden AS Donald Trump bahwa rudalrudalnya kini bisa diluncurkan dari manapun.

“Korut sedang menyampaikan pada AS: “Kami kini bisa meluncurkan rudalrudal kami dari tempat manapun dan melumpuhkan rudalrudal kami dalam serangan pendahuluan tak akan mudah karena kami bisa meluncurkan rudalrudal itu dari manapun dan kami punya kemampuan mobilitas,” kata pakar tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (29/8/2017).

Ditekankan periset Fellow in the Alliance 21 Program di Universitas Sydney, Australia tersebut, ini bukan pertama kalinya Korut menembakkan sebuah proyektil ke atas wilayah udara Jepang. Namun peluncuran kali ini berbeda karena adanya kemajuan teknologi yang dibuat Korut dengan rudalrudal balistik antarbenuanya.

Pakar lainnya mengatakan, dengan peluncuran rudal terbaru tersebut, pemimpin Korut Kim JongUn mencoba menekan Washington untuk melakukan negosiasi.

“Korut berpikir bahwa dengan memamerkan kemampuan mereka, jalan menuju dialog akan terbuka,” ujar Masao Okonogi, profesor di Universitas Keio, Jepang. “Akan tetapi, logika tersebut tidak dipahami oleh seluruh dunia, jadi itu tak mudah,” imbuhnya.

Peluncuran rudal Korut ini dilakukan di saat AS dan Korea Selatan (Korsel) menggelar latihan militer gabungan tahunan yang diberi nama “Ulchi Freedom Guardian”. Latihan yang akan berakhir pada 31 Agustus tersebut dianggap rezim Kim JongUn sebagai latihan untuk menginvasi Korut.

Tembakan rudal balistik Pyongyang kali ini memaksa Jepang mengaktifkan sistem peringatan “JAlert”. Pemerintah Jepang mengumumkan bahwa rudal tersebut jatuh ke Laut Pasifik, sekitar 1.180 km timur Cape Erimo, Hokaido, hanya 14 menit setelah ditembakkan.

Otoritas nuklir Jepang memastikan bahwa fasilitas atom negara tersebut tidak mengalami kerusakan. Media NHK melaporkan, tidak ada kapal dan pesawat terbang yang rusak karena rudal tersebut terpecah menjadi tiga bagian, sebelum jatuh ke perairan.