Lulusan Paket C di Banyuwangi Didorong Untuk Lanjutkan Kuliah

Tingkat pendidikan masyarakat Banyuwangi terus ditingkatkan. Melalui program Garda Ampuh, Banyuwangi tidak hanya mengentaskan anak putus sekolah.

Tapi juga mendorong masyarakat untuk menambah rentang waktu sekolah melalui Program Kejar Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA. Tak hanya itu, lulusan Paket C diharapkan juga melanjutkan ke jenjang kuliah.

“Kami senang dengan semangat bapak ibu untuk terus menempuh pendidikan. Umur dan kesibukan tidak menjadi penghalang untuk menuntut ilmu. Dulu, pendidikan masyarakat di Banyuwangi hanya memberantas tributa. Mulai buta aksara, buta angka dan buta pengatuhan dasar. Sekarang, melalui Garda Ampuh, kita tingkatkan menjadi lama waktu sekolah,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat penyerahan ijazah paket B dan C BKPM BKM Bina Makmur, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu di Wisata Watu Gedhek, Senin (30/10/2017).

Anas juga mendorong para lulusan Paket B maupun C untuk terus melanjutkan belajarnya. “Jangan hanya berhenti di sini. Tapi, bisa dilanjutkan ke jenjang lebih atasnya. Yang lulus Paket C, jangan takut untuk melanjutkan ke jenjang kuliah,” harapnya.

Para lulusan paket B dan C (Foto: Ardian Fanani)Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono mengatakan, jika ada yang ingin melanjutkan ke jenjang kuliah, Dispendik Banyuwangi siap untuk memfasilitasinya.

“Bisa melanjutkan ke Universitas Terbuka. Bahkan, sah pemegang ijazah Paket C mendaftar ke kampuskampus ternama maupun mendaftar kerja yang membutuhkan kualifikasi setara SMA,” terang Sulihtiyono.

Peningkatan jenjang pendidikan tersebut, juga bertujuan untuk meningkatkan Indek Pendidikan Manusia (IPM) Kabupaten Banyuwangi. “Untuk mengukur IPM, salah satu indikatornya adalah dengan mengukur lama sekolah. Jadi kami terus mengupayakan hal tersebut,” ungkapnya.

BKM Bina Makmur yang dirintis sejak 2014 tersebut, saat ini berhasil meluluskan 216 orang. Yang terdiri dari 202 orang lulusan Paket B dan 14 orang lulusan Paket C.

“Pesertanya tidak hanya orangorang yang membutuhkan ijazah saja untuk kebutuhan profesionalnya. Tapi, tak sedikit para petani dan kalangan pekerja lainnya yang pada umumnya tidak membutuhkan legalitas ijazah. Tapi, mereka semangat untuk menempuh pendidikan,” terang Kepala BKM Bina Makmur Wahyuono.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh salah seorang lulusan, Subuh Maliono (47), yang mengaku ikut Paket C didorong atas keinginan menuntut ilmu. “Biar tidak ketinggalan dengan yang lain,” akunya polos.