Lokomotif Bersejarah di Canberra Terpaksa Dilelang

Museum kereta api bersejarah Canberra, Australia terpaksa mengalami likuidasi (penutupan). Banyak kereta api bersejarah mulai dilelang bulan depan.

Mantan relawan museum dan penggemar rel bersejarah, Garry Reynolds, khawatir jika sejarah rel kota ini akan hilang bersama dengan dilakukannya penjualan.

“Kita berbicara tentang kereta yang membawa tentara turun ke dermaga dan kapal-kapal dalam Perang Dunia I,” ujarnya.

“Mereka sudah tua.”

“Kemudian di Perang Dunia II, kita berbicara tentang kereta yang membawa tentara ke rumah sakit, [tentara] yang kembali dari hutan Papua dengan kapal.”

“Saya tak bisa cuma duduk dan membiarkan mereka pergi begitu saja.”

Tentara dari Batalyon Ketiga (Resimen Werriwa) berangkat untuk Perang Dunia II dari Stasiun Kereta Api Canberra. (Supplied: Australian War Memorial P11312.001)

Museum kehabisan biaya

Tahun lalu, museum ini terpaksa ditutup sementara setelah terkena hutang lebih dari $ 500.000 (atau setara Rp 5 miliar).

Berbasis di Kingston, Wilayah Ibukota Australia (ACT), selama 34 tahun, museum ini merupakan rumah bagi lokomotif uap tertua dan terbesar di Australia.

Itu adalah daya tarik yang populer, menawarkan perjalanan dari Canberra dengan kereta uap abad ke-1.

Tapi Reynolds mengatakan, perjalanan itu memakan biaya sekitar $ 3 juta (atau setara Rp 30 miliar) per tahun untuk memelihara mesin dan mengelola museum.

Lokomotif City of Canberra, kereta Beyer-Garratt 6029 yang merupakan lokomotif uap terbesar yang beroperasi di Belahan Bumi Selatan, sangat mahal untuk dijalankan.

Ini akan mengkonsumsi rata-rata 18 ton batubara dan 40.000 liter air setiap hari, dengan biaya sekitar $ 10.000 (atau setara Rp 100 juta) per hari.

Lokomotif City of Canberra dipindahkan ke Sydney untuk pemeliharaan setelah museum ini ditutup tahun 2016. (ABC News: Adrienne Francis)

Hari hilangnya benda bersejarah

“Setelah keputusan Mahkamah Agung pada hari Jumat (7/7/2017) yang lalu, semuanya akan berakhir,” kata Reynolds.

Koleksi bersejarah museum ini akan dilelang pada tanggal 2 Agustus.

“Itu hari-H nya,” sebut Reynolds.

“Saat itulah banyak barang ini akan pergi, dan pergi selamanya.”

“Ke depan, seseorang akan berkata, ‘Apa yang mereka lakukan? Mereka tahu ini adalah warisan penting tapi tidak ada yang melakukan apapun dan itu hilang, hilang selamanya’.”

Pada tahun 2016, museum ini terpaksa menyatakan diri bangkrut karena tak bisa membiayai semua keperluan operasional. (ABC News: Ian Cutmore)

Menjual warisan Canberra

Reynolds mengatakan bahwa organisasi yang dikelola secara sukarela hanya bisa berbuat sedikit untuk menyelamatkan museum itu.

“Kami mencoba sebagai individu untuk mendesak pemerintah, tapi pastilah karena cuaca dingin di Canberra – mereka tak mau bergerak agar tetap hangat.”

Ia menjelaskan, “Mereka tak terlihat tertarik untuk membeli beberapa kepemilikan ini atas nama masyarakat. Beberapa dari gerbong ini berusia 110 tahun dan kemungkinan besar mereka akan menghilang dan muncul sebagai penginapan atau taman bermain anak di suatu tempat.”

“Ini adalah bagian dari cerita inti Canberra yang kami jual di sini.”

Reynolds mengatakan bahwa ia berharap organisasi lokal mungkin tertarik untuk membeli beberapa gerbong kereta.

“Saya ingin melihat sejarah lokal yang berharga ini tetap tinggal di Canberra. Mungkin ada perusahaan di sini yang mengatakan, ‘Inilah kesempatan untuk membuat perbedaan nyata dan menjamin warisan Canberra’,” harapnya.

Ia menuturkan, “Para kreditur memang perlu dibayar, tapi ada beberapa gerbong yang memiliki banyak koneksi ke sejarah Australia yang perlu dijaga. Kita akan merasa bersalah di masa depan jika kita membiarkan ini pergi.”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *