Kumpulan Foto Ungkap Kehidupan Kelas Pekerja Australia Sebelum Perang

Kumpulan gambar kehidupan di sebuah kota pertambangan terpencil di Australia pada tahun 1900-an ditemukan lagi dari sebuah gudang tua berdebu dalam kondisi yang masih bagus.

Foto-foto itu diambil oleh James Wooler, yang bermigrasi dari Yorkshire, Inggris, mengikuti keluarga istrinya ke Broken Hill, New South Wales (NSW), Australia.

Ia berada di kota itu hanya tiga atau empat tahun, yakni antara tahun 1908 dan 1911, namun pada waktu itu ia adalah seorang fotografer yang produktif.

Foto-foto yang diambilnya didistribusikan ke universitas dan perpustakaan di seluruh negeri, dan beberapa di antaranya disimpan di galeri kota dan museum pertambangan dan mineral.

Petugas senior di museum itu, John Fadden, mengatakan foto-foto itu unik untuk zaman mereka.

“Mereka menunjukkan budaya kelas pekerja, sedangkan secara tradisional selama periode ini orang-orang yang difoto pasti adalah pejabat tinggi, manajer tambang,” sebutnya.

“Apa yang kami lihat di sini adalah gambaran hidup di Broken Hill.”

Dari kacamata seorang pria

Foto-foto tersebut merupakan kombinasi dari keadaan sehari-hari yang jujur di kota pertambangan dan potret keluarga kelas pekerja, dalam gaya yang terkait dengan kelas-kelas yang lebih kaya.

Fadden mengatakan bahwa perspektif itu akan terbantu oleh akar kelas pekerja Wooler sendiri.

“Ia menampilkan orang-orang ini dengan harga diri,” sebutnya.

“Fotografer itu sendiri berasal dari latar belakang kelas pekerja. Orang tuanya adalah pekerja pabrik.”

“Ia adalah orang yang mandiri. Ia mendidik dirinya sendiri. Ia diajarkan dasar-dasar melukis dan komposisi, dan media fotografi baru ini telah menarik perhatiannya.”

Medsos awalBakat Wooler sebagai fotografer memberinya banyak komisi pribadi, dan ia juga membuat foto candid sebagai kartu pos, sebuah bentuk awal dari media sosial, kata Fadden.

“Cara orang berbagi sesuatu pada saat itu melalui kartu pos,” ujarnya.

“Tambang dan parade jalanan difoto dan tak lama setelah itu disulap menjadi kartu pos dan dibagi-bagikan, sebuah media sosial yang sangat awal.”

Materinya sama seperti yang Anda temukan di akun media sosial sekarang ini – pernikahan, anak-anak, orang muda dengan malu-malu memegang minuman sambil piknik.

Enam ratus foto hilangPada akhirnya, Wooler mendapatkan pekerjaan di surat kabar lokal, The Barrier Miner, di mana ia menjadi pelopor reproduksi gambar duotone.

“Ini memungkinkan The Barrier Miner menjual dirinya sebagai salah satu surat kabar bergambar pertama di Australia,” kata Fadden.

Wooler bekerja di surat kabar tersebut selama dua tahun sebelum tertular tipus, dan setelah itu ia memindahkan keluarganya ke Semenanjung Yorke di Australia Selatan, meninggalkan semua foto-fotonya.

“Apakah itu berkaitan dengan kesehatannya yang memburuk, apakah berkaitan dengan hak cipta dengan koran, ia tidak membawa foto-foto bersamanya,” kata Fadden.

“Baru pada pertengahan lima puluhan, 600 fotonya ditemukan di gudang di Broken Hill.”

“Panas kering di Broken Hill sebenarnya mungkin membantu memelihara foto itu. Gambarnya akan hancur di tempat lain.”

Gambar-gambar itu terpecah-belah pada saat itu, diberikan ke berbagai universitas dan perpustakaan di seluruh Australia.

Foto-foto dari zaman Wooler masih digali di kota tersebut.

Sayangnya, seorang fotografer lokal, Douglass Banks, baru saja meninggal dunia. Istrinya membersihkan studionya dan menemukan 50 foto yang ditandatangani oleh Wooler.”

“Masih ada lagi di luar sana.”

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *