Kritik Oposisi Hal Wajar, Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Solo Politisi PDI Perjuangan, Aria Bima, menilai saat ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam situasi perpolitikan nasional. Semua persoalan berada pada rel yang sewajarnya. Bahkan kritik dari kekuatan di luar pemerintahan juga dinilainya sebagai hal wajar yang harus dilakukan.

Banyak kalangan memang segera mengaitngaitkan pertemuan mantan presiden Yudhoyono dengan Prabowo Subianto sebagai langkah politik penting menuju bersatunya kekuatan di luar pemerintahan untuk mencari perimbangan politik baru.

Apalagi dalam keterangan pers, Yudhoyono sempat menyinggung suasana perpolitikan. Bahkan dalam penjelasan lisan, Yudhoyono menyebut sebuah situasi politik yang disebutnya dengan istilah power must not go unchecked agar tidak masuk dalam abuse of power.

“Secara jelas dan lugas, Presiden Jokowi menyatakan bahwa tidak ada kekuasaan mutlak. Ada fungsi pengawasan seperti DPR dan ada fungsi penjaga marwah konstitusi semacam MK,” ujar Aria Bima kepada wartawan di Solo, Minggu (30/7/2017) malam.

Karena itulah, kata Bima, sebenarnya apa yang disampaikan oleh Yudhoyono maupun Prabowo usai pertemuan politik keduanya beberapa hari lalu, tidak harus sertamerta ditarik untuk menilai buruk Pemerintahan Jokowi yang sedang berjalan saat ini.

Apa yang disampaikan oleh keduanya, masih menurut Bima, adalah kritik membangun yang wajar dilakukan oleh kekuatan politik di luar pemerintahan.

“Dalam hal itu, pernyataan bersama mantan presiden SBY dan mantan calon presiden Prabowo hendaknya dimaknai sebagai kritik konstruktif terhadap pemerintahan Jokowi,” kata politisi asal Solo tersebut.

“Sesederhana itu. Tidak perlu ditafsirkan macammacam. Rakyat perlu bukti dan Jokowi menjawabnya dengan kerja nyata,” lanjutnya.