Korut Pindahkan Rudal ke Pantai Barat, Akan Diluncurkan ke Mana?

Pyongyang Aktivtas Korea Utara (Korut) yang terpantau memindahkan rudal balistik antarbenua (ICBM) miliknya ke arah pantai barat negara itu memicu spekulasi soal uji coba terbaru. Jika memang benar akan diluncurkan, ke arah mana kirakira?

Informasi pemindahan roket pendorong untuk rudal ICBM Korut itu didapat dari sumber intelijen yang dikutip media Asia Business Daily Korea Selatan (Korsel). Informasi intelijen ini belum dikomentari oleh otoritas Korsel maupun Amerika Serikat (AS), yang paling terlibat dalam krisis Korut.

Menurut sumber intelijen itu, roket untuk rudal ICBM itu mulai dipindahkan pada Senin (4/9) waktu setempat, atau sehari setelah Korut menggelar uji coba nuklir terbarunya. Pemindahan itu terdeteksi dilakukan pada malam hari, yang diduga untuk menghindari pengintaian satelit. Diketahui Korut memiliki fasilitas peluncuran roket di pantai barat wilayahnya.

Sementara diketahui bahwa uji coba nuklir Korut yang keenam atau yang terbaru pada Minggu (3/9) waktu setempat, dilakukan dari tempat uji coba nuklir Punggyeri yang ada di distrik Kilju, Provinsi Hamgyong Utara, Korut bagian timur laut.

Spekulasi menyebut, seperti dilansir news.com.au, Selasa (5/9/2017), roket untuk rudal ICBM itu dibawa ke Stasiun Peluncuran Satelit Sohae, tempat uji coba dan pengembangan rudal balistik antarbenua Korut. Sohae yang berlokasi di distrik Cholsan, Provinsi Pyongan Utara ini berada di wilayah Korut sebelah barat. Sohae diketahui berjarak sekitar 200 kilometer sebelah barat laut ibu kota Pyongyang.

Selain Sohae, spekulasi lain menyebut roket untuk rudal ICBM itu dibawa ke depot rudal yang ada di pegunungan Geumchangri yang juga terletak di Provinsi Pyongan Utara, Korut bagian barat.
Terlepas dari spekulasi itu, salah satu peneliti teknologi siber dan kebijakan nuklir pada Pusat Kajian AS, Brendan ThomasNoone, menyebut Korut sudah memiliki teknologi untuk meluncurkan rudal dari peluncur portabel di permukaan datar di mana saja. Korut juga mampu menembakkan roket melintasi wilayahnya sendiri. Ini berarti rudal ICBM Korut jika memang akan diluncurkan, menurut ThomasNoone, bisa mengarah ke mana saja.

Di sisi lain, ThomasNoone menilai, pemimpin Korut Kim JongUn sengaja melakukan pemindahan itu untuk menunjukkan kepada AS dan Korsel bahwa mereka harus berjuang keras untuk melacak dan menghancurkan persenjataannya.

“Ini berasal dari salah satu pabrik rudal di pantai barat yang dikenal memproduksi rudal ICBM. Serangkaian uji coba terbaru telah menunjukkan bahwa mereka (Korut) bisa melakukan peluncuran dari berbagai lokasi. Jelas mereka (Korut) berusaha menyampaikan bahwa mereka berupaya menekan hingga batas sampai mereka yakin bisa menyerang AS dengan rudal ICBM,” sebut ThomasNoone.
Korut telah menunjukkan rudal ICBM miliknya bisa mengancam daratan AS, dengan dua kali menguji coba rudal ICBM yang memiliki jangkauan 10 ribu kilometer. “Uji coba rudal terakhir ditembakkan langsung ke atmosfer mereka bisa menguji coba jarak rudal tanpa menembakkannya melewati daratan ini dilakukan karena mereka ingin menguji jarak melintasi daratan. Saya memperkirakan mereka akan melakukan itu,” tandasnya.