Korut Ancam Kirim Lebih Banyak Paket Hadiah untuk AS

Jenewa Otoritas Korea Utara (Korut) menyebut uji coba nuklir terbaru sebagai paket hadiah untuk Amerika Serikat (AS). Korut bahkan mengancam lebih banyak paket hadiah akan dikirimkan kepada AS.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (5/9/2017), pernyataan itu disampaikan Han TaeSong yang menjabat sebagai Duta Besar Korut untuk PBB di Jenewa, Swiss. Han TaeSong menghadiri Konferensi Pelucutan Senjata yang disponsori PBB sekitar 2 hari setelah Korut menggelar uji coba nuklir terbaru.

“Saya bangga mengatakan, baru dua hari lalu, pada 3 September, DPRK dengan sukses melakukan uji coba bom hidrogen untuk roket balistik antarbenua di bawah rencana pengembangan kekuatan nuklir strategis,” ucap Han TaeSong dalam forum internasional tersebut.
“Langkah pertahanan diri yang barubaru ini dilakukan negara saya, DPRK, adalah paket hadiah yang tak lain dan tak bukan ditujukan untuk AS,” imbuhnya. DPRK merupakan kependekan dari nama resmi Korut, yakni Republik Demokratik Rakyat Korea.

Pada Minggu (3/9) siang waktu setempat, Korut mengklaim sukses menggelar uji coba nuklir terbaru. Korut menyebut uji coba nuklir itu melibatkan bom hidrogen yang bisa dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua (ICBM) miliknya, yang diklaim bisa menjangkau wilayah AS.

“AS akan menerima lebih banyak paket hadiah dari negara saya, selama negara itu masih bergantung pada provokasi sembrono dan upaya siasia untuk menekan DPRK,” tegas Han TaeSong, tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.
Dalam waktu dekat, berdasarkan informasi intelijen Korea Selatan (Korsel), Korut diprediksi akan meluncurkan rudal ICBM dengan lintasan standar ke perairan Pasifik Utara. Peluncuran itu diduga akan dilakukan saat peringatan hari berdirinya Republik Korut yang jatuh pada 9 September atau saat hari peringatan berdirinya partai berkuasa Korut, Partai Pekerja Korea pada 10 Oktober mendatang.

Sedangkan informasi intelijen terbaru, seperti dilaporkan Asia Business Daily Korsel, menyebut Korut terpantau memindahkan roket pendorong untuk rudal ICBM miliknya ke arah pantai barat. Diketahui Korut memiliki fasilitas peluncuran roket di pantai barat wilayahnya.

Terakhir, Han TaeSong menegaskan, langkah militer yang dilakukan Korut merupakan bagian dari praktik pertahanan diri dalam melawan ancaman nuklir dan kebijakan AS yang keji untuk mengisolasi rezim komunis itu. “Tekanan atau sanksi tidak akan pernah berhasil untuk negara saya. DPRK tidak akan pernah, dalam situasi apapun, membawa isu nuklirnya ke meja perundingan,” tandasnya.