Korsel Tawarkan Perundingan Militer dengan Korut 21 Juli

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengajukan tawaran kepada Korea Utara (Korut) untuk menggelar perundingan militer di Zona Demiliterisasi (DMZ). Ini merupakan tawaran formal pertama dari pemerintahan Perdana Menteri Moon Jae-In.

Sejak menjabat PM Korsel pada Mei lalu, PM Moon bertekad akan berdialog dengan rezim komunis itu. Tawaran perundingan militer ini merupakan bagian dari upaya Korsel untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Senin (17/7/2017), Kementerian Pertahanan Korsel mengajukan agar perundingan antara perwakilan militer kedua negara ini digelar pada 21 Juli mendatang di Tongil-gak.

Tongil-gak merupakan lokasi berdirinya gedung milik Korea Utara di desa Panmunjom, yang ada di area DMZ. Dengan kata lain, Tongil-gak berada di wilayah desa Panmunjom yang dikuasai Korut. Desa Panmunjom merupakan desa gencatan senjata yang memisahkan kedua negara.

Tongil-gak pernah digunakan sebagai lokasi perundingan antara-Korea sebelumnya, tepatnya pada Desember 2015 lalu.

Dituturkan Wakil Menteri Pertahanan Korsel, Seo Joo-seok, perundingan militer di Panmunjom ini bertujuan untuk mengakhiri ‘aksi keji’ antar kedua negara yang memicu ketegangan di garis demarkasi militer kedua negara.

Belum ada tanggapan dari Korut terkait tawaran Korsel ini.

Tawaran ini muncul setelah Korut mengklaim sukses menggelar uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) pertama mereka, awal bulan ini.

“Perundingan dan kerja sama antara kedua Korea untuk meredakan ketegangan dan membawa perdamaian di Semenanjung Korea akan menjadi instrumen penting dalam mewujudkan lingkaran bermoral dan saling menguntungkan antar-Korea dan untuk persoalan nuklir Korea Utara,” ucap Menteri Unifikasi Korsel, Cho Myoung-gyon, dalam konferensi pers.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *