Kombes Iqbal: Anugerah Jadikan Energi untuk Berbuat Positif

Terlahir sebagai atau menjadi seorang difabel tidak perlu berkecil hati. Meski mempunyai keterbatasan tetapi jadikan itu sebagai semangat dan pelecut.

“Given (anugrah) dari Tuhan, jadikan energi untuk mempengaruhi orang banyak dengan hal positif. Takdir dan anugrah digunakan untuk kemajuan Surabaya,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal seusai menghadiri Sewindu Anniversary DMI Surabaya di Gedung Srimulat, Jalan Kusuma Bangsa, Sabtu (18/11/2017).

DMI merupakan Disable Motorcycle Indonesia, sebuah komunitas motor dengan anggota yang mempunyai keterbatasan. Iqbal sangat mengapresiasi DMI. Meski mempunyai keterbatasan, namun para anggotanya mempunyai semangat luar biasa.

“Sesuai dengan tema ulang tahunnya, beda dan bisa itu baru luar biasa,” kata Iqbal.

Yang membuat Iqbal salut dengan DMI adalah kepatuhan anggotanya terhadap lalu lintas. Disiplin lalu lintas adalah aturan nomor satu di komunitas ini. Komunitas lain bisa meniru apa yang dilakukan DMI.

“Ini lho kami dengan begini saja bisa (disiplin lalu lintas). Masa yang normal nggak bisa. Seperti itulah komunitas ini menularkan kedisplinan lalu lintasnya ke komunitas lain,” lanjut Iqbal.

Saat Kombes Iqbal memberi sambutan (Foto: Imam Wahyudiyanta)Dengan prinsipnya itu, maka Iqbal tak ragu memfasilitasi pembuatan SIM D untuk komunitas ini. Fasilitas ini juga merupakan upaya dari community policy.

“Kami memerlukan komunitas yang memberi contoh dan stimulan positif,” tandas Iqbal.

Senada dengan Iqbal, Ketua DMI Jatim Abdul Syakur mengatakan bahwa DMI berupaya untuk membangun Surabaya dengan cara sendiri. Dan keterbatasan sama sekali tidak menjadi penghalang.

“Meski kami punya keterbatasan, tapi tidak mengahalangi kreativitas kami. Keterbatasan bukan sebagai penghalang tetapi sebagai pelecut dan motivasi bagi komunitas ini, ujar Syakur.

DMI, kata Syakur, juga mengapresiasi Polrestabes Surabaya yang memfasilitasi pembuatan SIM D bagi para difabel. Namun Syakur masih kecewa dengan polres lain di Jawa Timur yang kurang peduli terhadap kebutuhan SIM D bagi para difabel.

“Teman daerah seperti di Lamongan dan Jember belum banyak yang bisa mendapatkan SIM D. Kalau Polrestabes Surabaya saja bisa, masa polres yang lain nggak bisa,” harap Syakur.

Dalam ulang tahun sewindu ini, DMI mempunyai rangkaian kegiatan seperti servis gratis bagi motor yang digunakan penyandang difabel, pijat refleksi tuna netra, dan mengundang anak tuna grahita dari Liponsos Surabaya untuk tampil di kegiatan DMI.