Kini Pak Untung tidak Takut Lagi Ditilang Polantas Cianjur

Cianjur Untung (40) berkalikali mengucapkan rasa syukur lantaran dinyatakan lulus tes teori dan praktik untuk pembuatan SIM. Pria tersebut resmi mengantongi kartu SIM D dari Satlantas Polres Cianjur.

Wajah Untung nampak bahagia saat menyambangi ruang Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Cianjur. Ia salah satu penyandang disabilitas akibat kecelakaan lalu lintas beberapa tahun lalu.

“Pak Untung ini salah satu warga disabilitas yang kita undang untuk ikut mensosialisasikan optimalisasi pelayanan kepolisian khususnya Satlantas kepada penyandang disabilitas sekaligus merayakan hari jadi Satlantas yang ke 62,” kata Kasatlantas Polres Cianjur AKP Erik Bangun Prakasa di Mapolres Cianjur, Jalan KH. R. Abdullah Bin Nuh, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (18/9/2017).

SIM D untuk penyandang disabilitas. Untung mengendarai kendaraan jenis bebek. Setelah mengalami kecelakaan, ia memodifikasi sepeda motornya tersebut dengan memasang roda tambahan di bagian belakang. Sistem kemudinya sama dengan motor lainnya.

“SIM D diperuntukan bagi penyandang disabilitas, kita juga memberikan ujian praktik sama seperti pemohon SIM lainnya memakai halang rintang. Juga ujian teori mengisi tanya jawab tentang keselamatan berkendara,” tutur Erik didampingi Kanit Regident Iptu Gandha Syah Hidayat.

Ada belasan penyandang disabilitas yang sengaja diundang dalam sosialisasi dan edukasi aturan berlalu lintas tersebut. Usai lulus ujian, mereka pulang sambil membawa SIM D.

“Sudah setahunan saya pakai kendaraan ini untuk mengantar anak dan antar istri ke pasar,” ucap Untung.

Pemohon SIM D tengah mengikuti uji praktik di Satlantas Polres Cianjur. Selama ini ia mengaku tidak tahu ada golongan SIM D yang diterbitkan khusus untuk difabel. Sebelum memiliki SIM D, Untuk kerap menjauhi razia polantas di jalan raya.

“Kalau ada tilang, saya suka berhentikan motor atau belok menghindari petugas. Sekarang kalau ada tilang, saya enggak takut lagi,” tutur Untung.