Ketegangan di Al-Aqsa dan Tekanan untuk PM Israel Netanyahu

Yerusalem Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mendapat tekanan serius terkait langkahlangkah keamanan yang diambilnya di Yerusalem. Pada pekan ini, beberapa insiden terjadi dan menyebabkan 7 orang tewas.

Dilansir kantor berita AFP, Minggu (23/7/2017), para pejabat Israel memberi sinyal untuk mengubah tindakan di kompleks masjid Haram alSharif, setelah metal detector atau detektor logam dipasang di pintu masuk menyusul serangan yang menewaskan 2 orang polisi. Detektor logam itu masih berada di tempatnya, selain itu kamera juga terpasang di dekat pintu masuk.

“Sejak awal kejadian, saya telah melakukan beberapa penilaian terkait unsur keamanan termasuk yang ada di lapangan,” ucap Netanyahu mengawali rapat kabinetnya.

“Kita menerima gambaran situasi terkini serta rekomendasi tindakan, dan kita akan memutuskannya dengan tepat,” imbuh Netanyahu.

Mayor Jenderal Israel, Yoav Mordechai, yang juga Kepala COGAT (Agensi Kementerian Pertahanan yang bertanggung jawab atas hubungan sipil di teritori Palestina), memberi sinyal bila perubahan kebijakan itu dimungkinkan. “Kami mengeksaminasi opsi lainnya dan alternatif yang akan memastikan keamanan,” ucap Mordechai seperti dalam wawancara dengan AlJazeera.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmud Abbas telah mengumumkan bila dia telah membekukan kontak dengan Israel terkait hal itu. “Mereka harus tahu bahwa mereka adalah pecundang karena kami memainkan peran penting untuk memastikan keamanan kami dan mereka,” kata Abbas.

Krisis itu pun telah bergema secara internasional. Dewan Keamanan PBB akan mengadakan perundingan tertutup terkait hal itu. Ketua Liga Arab Ahmed Abul Gheit pun menuding Israel bermain api dengan langkah keamanan barunya itu.

Selain itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut mereka telah menghina Islam. Sedangkan Paus Francis mengaku mengikuti apa yang terjadi dengan penuh perhatian dan mendesak adanya dialog dan moderasi.

Indonesia pun turut mengecam tindakan Israel yang menyebabkan peristiwa berdarah ini.