Kepalanya Dihargai Rp 135 M, Ulama Tersangka Teror Mumbai Dibebaskan

Hafiz Saeed melambaikan tangan kepada para pendukungnya yang menyambut kebebasannya di pengadilan di Lahore, Pakistan, Rabu (21/11) (ARIF ALI/AFP/Getty Images)

Ulama Pakistan Hafiz Saeed yang dituduh oleh AS dan India sebagai dalang serangan Mumbai pada 2008, akhirnya dibebaskan.

Saeed, yang kepalanya dihargai US$10 juta atau lebih dari Rp 135 miliar berada di bawah tahanan rumah di kota Lahore sejak Januari lalu.

Dalam putusan pekan ini, Pengadilan Tinggi memerintahkan pembebasannya dan menolak argumen pemerintah bahwa dia merupakan ancaman bagi keamanan umum.

Pemerintah AS dan India menuding Saeed bertanggung jawab dalam aksi penyerangan terkoordinasi yang dilakukan kelompok bersenjata selama tiga hari di Mumbai yang menewaskan 165 orang pada November 2008 lalu.

Saeed menyangkal keterlibatannya. Ulama tersebut dilepaskan di Lahore, Kamis malam.

“India selalu memunculkan tuduhan terorisme … tapi keputusan Pengadilan Tinggi (Lahore) membuktikan bahwa semua propaganda India itu palsu,” kata Saeed dalam pesan video yang dikeluarkan setelah dibebaskan.

Keputusan untuk menjadikan Saeed sebagai tahanan rumah pada Januari dipandang sebagai langkah Pakistan untuk merespons tindakan Presiden AS Donald Trump terhadap negaranegara yang dianggap terkait terorisme.

Ulama tersebut mendirikan kelompok militan LashkareTaiba (LeT) yang berbasis di Pakistan pada 1990an. Ketika organisasi itu dilarang, ia menghidupkan kembali organisasi yang jauh lebih tua, JamaatudDawa (JuD) pada tahun 2002.

Saeed bersikukuh JuD adalah organisasi kesejahteraan umat Islam, tetapi Amerika menyebut JuD adalah kedok untuk LashkareTaiba (LET), kelompok militan yang disebut AS dan India sebagai pelaku serangan tiga hari Mumbai.

Serangan yang terkoordinasi dan dilakukan oleh orangorang bersenjata ini menyerang Mumbai hampir sepuluh tahun lalu dan menyebabkan 160 orang meninggal. (AFP)

Dalam sebuah wawancara langka pada tahun 2014, Hafiz Saeed mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak ada hubungannya dengan serangan Mumbai. Ia menyebut buktibukti yang menunjukkan keterlibatannya “hanya propaganda” karangan India.

“Orangorang Pakistan mengenal saya dan mereka mencintai saya. Tidak ada yang mencoba mendekati pihak berwenang Amerika untuk mendapatkan hadiah (135 miliar) untuk kepala saya.”

India menuduh Saeed dan organisasinya melakukan sejumlah serangan militan di wilayahnya.

Pakistan bersikukuh tidak ada bukti untuk membawanya ke persidangan.

Saeed ditahan selama tiga bulan setelah LeT dituduh melakukan serangan ke parlemen India pada tahun 2001.

Pada bulan Agustus 2006, dia ditahan untuk kegiatan yang menurut pemerintah “merugikan” hubungan dengan pemerintah lainnya. Dia dibebaskan beberapa bulan kemudian.

Pada tahun 2008, dia kembali dikenakan tahanan rumah, kali ini lantaran serangan Mumbai.

Pemerintah Pakistan kemudian mengakui bahwa sebagian persekongkolan untuk menyerang Mumbai memang dirancang di wilayah mereka, dan bahwa LeT terlibat.

Beberapa penangkapan dilakukan di Pakistan sehubungan dengan serangan tersebut, namun tidak ada tuntutan pidana terhadap Saeed. Dia dibebaskan sekitar enam bulan kemudian.