Kepala Babi Dibuang di Gerbang Sekolah Islam di Brisbane

Brisbane

Potongan kepala babi dibuang di gerbang sekolah Islamic College of Brisbane, Australia, dalam sebuah tas yang digambari lambang swastika.

Hewan yang diharamkan untuk disentuh dan dimakan dalam ajaran agama Islam itu ditemukan para guru dan staf di luar gerbang sekolah yang terletak di daerah Karawatha, di selatan Kota Brisbane, Rabu (19/7/20170 pagi.

Rekaman CCTV menangkap gambar dua anak muda yang menjatuhkan tas supermarket warna biru di sekolah tersebut sekitar pukul 11.23 hari Selasa malam.

Bagian dari plat nomor mobil mereka terekam CCTV dan pihak berwenang yakin bisa menangkap kedua pelaku.

Mobil pelaku yang tertangkap kamera CCTV sekolah Islamic College of Brisbane. 

Pejabat kepala sekolah Ali Kadri mengatakan sejumlah siswa menyadari apa yang terjadi karena banyaknya polisi di sekolah pagi ini.

“Masyarakat takut karena insiden ini bisa menjadi pendahulu untuk sesuatu yang besar, sesuatu yang lebih besar,” katanya.

“Orang yang menarget anggota komunitas Muslim yang rentan, baik perempuan maupun anakanak, merupakan tindakan kepengecutan yang menjijikkan,” tambah Kadri.

Dalam sebuah postingan Facebook, Kadri memuji tindakan sigap kepolisian, dan menambahkan bahwa dia tidak percaya adanya ancaman terhadap keselamatan staf dan siswa.

Tas yang digunakan membawa potongan kepala babi digambari lambang swastika. 

Namun Kadir mengkritik para politisi sayap kanan dan komentator yang memicu tindakan kebencian.

“Ekstremis sayap kanan termasuk beberapa politisi dan mereka yang mengecam sekolah Islam bertanggung jawab atas ini,” tulisnya.

Kepala Sekolah Profesor Ray Barrett mengatakan bahwa polisi telah melakukan tindakan yang cepat dan menyeluruh.

“Mereka memeriksa DNA untuk diperiksa ulang guna melihat apakah DNA itu mungkin terkait dengan insiden lain,” katanya.

Aktivis Islam Yassmin AbdelMagied, yang pernah bersekolah di sana, mengatakan bahwa seharusnya Australia bisa lebih baik sebagai sebuah bangsa.

Dia adalah murid di sana saat terjadinya serangan teroris 11 September, dan saat itu dia mengatakan bahwa siswa mengalami pelecehan.

“Saya sangat menyesal, kita harus hidup di dunia dimana anakanak tidak bisa bersekolah di Australia tanpa merasa malu dan terancam,” katanya.