Kementan: Stok Cabai dan Bawang Merah Jelang Idul Adha Aman

Sleman Menjelang hari raya Idul Adha kebutuhan bahan pokok seperti cabai mengalami peningkatan. Menjelang Idul Adha 1438 H ini stok cabai dan bawang merah secara nasional mencukupi.

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Spudnik Sujono mengatakan, secara nasional ketersediaan aneka cabai untuk tahun 2017 mencukupi. Untuk cabai rawit prognosa produksi tahun 2017 mencapai 986.605 ton dengan perkiraan surplus produksi sekitar 87.091 ton dengan kebutuhan nasional sebesar 848.605 ton. Untuk cabai besar prognosa produksi 1.283.692 ton perkiraan siurplus mencapai 87.232 ton dengan kebutuhan nasional sebesar 1.116.871 ton.

“Kenaikan kebutuhan dan produksi pada hari besar keagamaan sekitar 1015%,” kata Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono saat melakukan pemantauan ketersediaan cabai ditingkat petani di Desa Widodo Martani, Ngemplak, Sleman, Jumat (11/8/2017).

Perkiraan produksi cabai rawit berturutturut dari bulan Agustus sampai Oktober 2017 81.864 ton, 78.606 ton dan 77.983 ton. Sedangkan perkiraan produksi cabai besar pada bulan Agustus 104.148 ton dan untuk September dan Oktober masingmasing sekitar 100.373 ton. Untuk angka ratarata kebutuhan cabai besar per bulan sekitar 92 ribu ton dan ratarata kebutuhan cabai rawit 70 ribu ton.

“AgustusSeptember untuk Idul Adha ini stok aman. Siap untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Sedangkan untuk mewaspadai munculnya mafia yang bisa mempermainkan harga, maka menurutnya Satgas pangan harus bertindak. Dia mengaku akan berteriak jika produksi banyak tetapi harga turun atau harga naik. Petani wajib hukumnya untuk mendapatkan keuntungan.

Ia berharap agar BULOG berperan dalam stabilitas harga cabai dan bawang. BULOG harus berperan tidak hanya terbatas pada padi, kedelai, jagung, tetapi juga pada bawang maupun cabai. Karena ini juga bahan pokok yang berpengaruh pada inflasi.

“Harusnya ini peran BULOG ya, BULOG itu jangan hanya beras,” kata Spudnik Sujono.