Keluarga 2 Perempuan yang Loncat dari Apartemen Gateway Tolak Autopsi

Kota Bandung Keluarga Elviana Parubak (34) dan Eva Septiany Parubak (28) menolak untuk melakukan proses autopsi. Keluarga menganggap peristiwa dugaan bunuh diri adik kakak itu merupakan sebuah musibah dan takdir.

“Keluarga menolak diautopsi, karena ini dianggap musibah dan takdir. Kedua jenazah tinggal diserahkan kepada keluarga,” kata Kapolsek Cibeunying Kidul, Kompol Anton Purwantoro saat dihubungi via telepon genggam, Selasa (25/7/2017).

Ia menuturkan dugaan sementara keduanya loncat dari lantai 5A Apartemen Gateway Bandung lantaran mengalami gangguan kejiwaan sejak 8 tahun silam. Polisi belum menemukan motif lain dari aksi dugaan bunuh diri ini.

“Kalau dugaan berantem atau yang lain belum ada perkembangan apapun. Dugaan sementara masih karena gangguan kejiwaan,” tutur dia.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Yoris Maulana mengatakan masih mendalami alasan keluarga membiarkan keduanya tinggal di Apartemen Gateway Bandung dengan kondisi kejiwaan yang terganggu.

“Kami juga masih mencari tahu kenapa orang gangguan jiwa dibiarkan di apartemen,” kata Yoris.

Sebelumnya, Elviana Parubak (34) dan Eva Septiany Parubak (28) tewas seketika setelah meloncat dari lantai 5A Apatemen Gateway, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (24/7/2017) sekitar pukul 17.00 WIB.

Keduanya diketahui tingga bersama salah seorang keponakannya sejak tahun 2015 lalu. Adik kakak itu mengalami gangguan kejiwaan sejak tahun 2006 lalu setelah ibu keduanya meninggal dunia.