Kawah Ijen Semburkan Gas Beracun, Ini Imbauan BKSDA Jatim

Balai BKSDA Jatim menyebut jika untuk sementara Kawah Ijen ditutup. Dalam laman twitternya 7 jam yang lalu menyebut Taman Wisata Alam (TWA) ditutup karena terjadi letupan di kawah dan mengeluarkan gas beracun.

“Tweeps, utk sementara TWA Kawah Ijen ditutup karena terjadi letupan di kawah dan mengeluarkan gas beracun. Jd tunggu info selanjutnya ya”.

Puluhan warga sekitar Gunung Ijen lemas dan pingsan diduga menghirup gas belerang. Dua di antaranya dibawa ke RSUD dr Koesnadi Bondowoso. Untuk menghindari hal serupa, warga Dusun Margahayu dan Watucapil, Kecamatan Ijen, dievakuasi.

Polisi, tenaga medis, Tim Reaksi Cepat BPBD, Tagana, Koramil dan beberapa unsur terkait turun tangan.

Sebelumnya, BKSDA Jatim juga menyebut dalam websitenya bahwa adanya letupan pada permukaan kawah, kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen ditutup untuk kunjungan wisata, dimulai 22 Maret 2018 dini hari tadi.

Letupan tersebut diperkirakan akibat dari perbedaan suhu yg sangat besar antara di bawah dan di atas permukaan kawah. Akibat dari letupan tersebut gas dan bau belerang mengalir dan terbawa angin menuju ke arah barat.

Petugas dari BBKSDA Jatim dan kepolisian telah melakukan penjagaan di pintu-pintu masuk menuju Paltuding untuk menghalau pengunjung yang datang.

Selanjutnya, pembukaan kembali Kawah Ijen akan dilakukan kemudian setelah kondisi dianggap aman bagi pengunjung.

Pantauan detikcom, selain mengevakuasi, polisi bersama unsur terkait lainnya membagikan sekitar 25 ribu masker ke warga. Sebanyak 20 mobil ambulan dari sejumlah Puskesmas disiagakan di sekitar desa Sempol. Sekadar diketahui, perkebunan Margahayu dan Watu Capil merupakan wilayah paling dekat dengan Kawah Ijen. Jaraknya sekitar 7 Km dari kawah.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *