Katura Ingin Berikan Batik Motif Penangkapan Setya Novanto ke KPK

Maestro batik asal Cirebon Katura (65) mengabadikan penangkapan Setya Novanto yang terbelit kasus dugaan korupsi e-KTP lewat karyanya. Selembar batik ukuran 90×70 centimeter tersimpan dalam bingkai pigura dinding rumahnya. Katura menginginkan batiknya itu diberikan pada KPK, sebagai tanda penghargaan.

“Takut gratifikasi, pengennya sih buat KPK. Kalau pun ada yang membeli silahkan, soal harganya berapa saja silahkan. Terpenting, pesannya tersampaikan dengan batik itu,” katanya ditemui detikcom di kediamannya di Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (4/1/2018).

Dalam karyanya itu, Katura menjelaskan secara rinci bagaimana Setya Novanto tertangkap. Warna merah menjadi warna dasar karya Katura. Katura mengatakan merah menunjukkan keberanian KPK dalam memberantas koruptor.

Katura Ingin Berikan Batik Motif Penangkapan Setya Novanto ke KPKFoto: Sudirman Wamad

Gambar burung garuda dan tikus berdasi menjadi gambar paling dominan. Dalam gambar itu, posisi garuda mencengkram tikus berdasi hingga mengucurkan darah. Menurut Katura cengkreman garuda itu melambangkan tertangkapnya Setya Novanto. Ia juga memasukan gambar tiang listrik dalam karyanya itu. Hal tersebut menggambarkan kejadian kecelakaan yang dialami Setya Novanto sebelum tertangkap KPK.

Selain batik penangkapan Setya Novanto, Katura juga membuat batik gunungan yang melambangkan perlawanan pemerintah Jokowi-JK dalam melawan koruptor. Gambar gunungan menjadi simbol alam semesta. Di atas gunungan ada gambar tikus-tikus kecil, jumlahnya sebanyak 14 tikus.

Katura Ingin Berikan Batik Motif Penangkapan Setya Novanto ke KPKFoto: Sudirman Wamad

Selain itu, ada tulisan ‘Indonesia Hebat’ dan ‘Jokowi-JK’. Katura menjelaskan kata ‘Hebat’ merupakan akronim dari harmonis, ekonomis, bersih, agamis, dan tegas. Akronim tersebut merupakan harapan Katura terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

Sementara tulisan Jokowi merupakan akronim dari kata Ojo Koyo Sing Wingi-wingi (jangan seperti yang kemarin-kemarin). Karya batik gunungan berukuran 1,5×2,5 meter. “Saya buat batik ini saat Pak Jokowi menjadi presiden. Saya berharap tidak seperti kemarin, korupsi harus diberantas,” tutupnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *