Kata Ridwan Kamil Soal Calon di Pilkada Potensi Tersangka KPK

Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut beberapa calon yang bertarung dalam Pilkada serentak 2018, 90 persen berpotensi menjadi tersangka kasus korupsi.

Menanggapi hal itu Calon Gubernur (Cagub) Jabar Ridwan Kamil mengatakan segala sesuatu tergantung pada niat seseorang. Termasuk niatan maju sebagai calon di Pilkada.

“Segala sesuatunya kembali kepada niat. Pilihannya ketika berniat jadi pemimpin apakah mau mencari nafkah atau memang murni pengabdian?” ujar pria yang akrab disapa Emil melalui pesan singkat yang diterima , Sabtu (10/3/2018).

Untuk menjadi pemimpin, kata Emil, tentu ada konsekuensi yang harus diterima. Salah satunya adalah gaji yang relatif kecil. “Ketika sudah tahu gaji dan penghasilan relatif kecil terus maksa menjadi pemimpin dan berharap mendapat penghasilan besar berarti ada yang salah dengan niatnya,” katanya.

Emil menyarankan pada siapa saja yang terjun ke dunia politik untuk meluruskan niat semata-mata mengabdi pada rakyat dan tidak berorientasi pada cara-cara memperkaya diri sendiri dengan korupsi.

“Dalam hemat saya, berbagai fasilitas yang diterima kepala daerah insya Allah sudah mencukupi untuk mendukung operasional dan kinerja. Jadi seharusnya tanpa korupsi pun kita bisa bekerja tanpa harus kekurangan,” katanya.

Terkait strategi untuk mencegah korupsi di lingkungan birokrasi, Emil mengatakan hal itu kuncinya ada pada pemanfaatan teknologi untuk mendorong efektifitas dan transparansi.

Seperti halnya saat ia menjabat sebagai Wali Kota Bandung 2013-2018 yang sudah menerapkan beragam aplikasi untuk meningkatkan kinerja ASN hingga merealisasikan konsep e-Budgeting agar pengelolaan APBD optimal juga transparan.

“Saya juga menginstruksikan agar proses perizinan di-online-kan sehingga mengurangi pertemuan pemohon izin dengan petugas perizinan yang berpotensi menghadirkan praktik-praktik KKN dan pungli,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Emil juga memanfaatkan teknologi untuk beragam pelayanan publik sehingga memutus rantai birokrasi yang berbelit dan berpotensi pada KKN dan pungli. “Dengan satu tujuan menghadirkan pelayanan yang nyaman pada warga,” kata Emil.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *