Kata PDIP Jabar Soal Isu Dedi Mulyadi-Rieke di Pilgub 2018

Sekretaris PDIP Jabar Abdy Yuhana (Foto: Istimewa) Bandung Partai Golkar dan PDIP menunjukan kemesraan untuk bersamasama atau berkoalisi di Pilgub Jabar 2018. Muncul isu bila dua partai ini akan mengusung pasangan calon Dedi Mulyadi dan Rieke Diah Pitaloka.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat Abdy Yuhana menyatakan pengusungan dua nama itu bisa saja terjadi, tergantung keputusan pimpinan partai. Namun, untuk nama Rieke Diah Pitaloka yang disebut menjadi kandidat cawagub pendamping Dedi belum bisa dipastikan.

Pasalnya, kata Abdy, Rieke tidak ikut dalam penjaringan yang dilakukan internal partai, khususnya yang dilakukan oleh DPD PDIP Jabar. “Sampai terakhir dilakukan fit and proper tes, Rieke tidak ikut. Tapi kalau DPP menjaring (Rieke) saya kira sahsah saja,” kata Abdy, saat dihubungi, Senin (7/8/2017).

Secara tegas Abdy menyatakan, akan mendukung setiap keputusan yang dikeluarkan DPP Partai. Bila DPP memutuskan untuk mengusung Dedi Mulyadi dan Rieke Diah Pitaloka di Pilgub Jabar nanti, pihaknya tentu akan patuh dan membantu untuk memenangkan pasangan ini.

“Perlu satu penegasan bahwa kalau sudah diputuskan oleh DPP Partai, semua kader harus patuh terhadap keputusan DPP Partai,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi menyatakan bila koalisi dengan PDIP ini bisa berjalan lancar, maka Golkar akan menyodorkan nama untuk cagub dan cawagubnya dari PDIP.

“Nanti kami bicarakan bersama untuk siapa yang disandingkan,” kata Dedi.

Dedi belum mau membahas soal siapa bakal cawagub yang akan mendampingnya. Termasuk kemungkinan berduet dengan kader PDIP Rieke Diah Pitaloka. “Ya komunikasi dengan partainya. Buka (dengan) orangnya. PDIP memiliki otoritas tersendiri,” ujarnya.