Kasus Guru Pukul Siswa SD di Sukabumi Berujung Damai

Sukabumi Usman Fauzan (32), orang tua siswa korban pemukulan oknum guru SDN Cipurut, berjumpa dengan pihak yang sempat dilaporkannya ke polisi. SP inisial oknum SDN Cipurun ini tampak semringah saat Usman menyambut tangannya untuk diajak bersalaman serta berpelukan tanda berdamai.

Meski berujung damai, Usman tetap meminta sejumlah syarat kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, salah satunya agar SP pindah mengajar dari SDN Cipurut.

“Ada dua poin yang saya minta, pertama pemulihan psikologis dan fisik anak saya. Kemudian yang kedua agar guru SP dipindah tugas dari sekolah, pihak sekolah juga meminta agar laporan saya ke polisi dicabut,” kata Usman di halaman SDN Cipurut, Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/10/2017).

Kepada awak media, Usman mengaku sempat kebingungan saat membuat visum dan berobat anaknya ke rumah sakit yang terluka akibat pukulan oknum guru tersebut. “Sampai sekarang obatnya belum ditebus karena kebetulan enggak punya uang,” ucap Usman.

Kabid Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Sukabumi Iyus Yusuf Hilmi memastikan permasalahan dugaan pemukulan oleh SP tersebut tetap diproses berdasarkan hasil pemeriksaan internal. Jika terbukti melanggar, SP bakal menerima sanksi.

“Kalau secara hukum keluarga korban bersedia mencabut laporan, karena tadi sudah berdamai. Meski begitu, secara kedinasan sanksinya apa, nanti akan diproses Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Intinya kami tidak mau lalai, sanksi tegas tetap kita berlakukan,” ujar Iyus.