Kabar Teror Kolor Ijo di Malang, Polisi: Hoax

Teror kolor ijo meresahkan warga Desa Amadamon, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Sebuah rekaman CCTV beredar memperlihatkan seseorang yang dijuluki kolor ijo sedang beraksi di desa tersebut.

Julukan kolor ijo disebut warga karena pelaku hanya mengenakan celana berwarna ijo (hijau) saat melancarkan aksi pencurian. Adanya isu kolor ijo segera direspon polisi. Upaya mengungkap pelaku teror telah dilakukan.

“Kami masih selidiki kebenarannya. Apakah memang terjadi atau tidak. Tetapi ada kemungkinan besar, itu merupakan kabar bohong atau hoax,” kata Kapolsek Dampit AKP Amung Sri Wulandari saat dikonfirmasi, Selasa (28/11/2017).

Karenanya, kata Amung, penyelidikan bukan hanya mengarah kepada pelaku pencurian. Akan tetapi juga kepada pemilik akun media sosial yang menyebarkan kabar informasi tersebut.

Apalagi dalam informasinya juga dilengkapi dengan cuplikan gambar. “Jika benar bohong, ini sudah merupakan pelanggaran IT. Karena kabar yang disebarkan sudah membuat resah masyarakat,” kata Amung.

Amung berjanji akan berupaya mengungkap pemilik akun penyebar berita tersebut. Agar bisa membuktikan kebenaran dari teror kolor ijo, yang dituding telah mencuri pakaian dalam milik warga. “Agar bisa mengungkapnya, kami minta bantuan tim cyber,” lanjut Amung.

Sebagai bentuk antisipasi dan mencegah keresahan masyarakat semakin meluas. Polsek Dampit menggencarkan patroli ke pelosok desa, imbauan agar tak mudah percaya kabar di media sosial terus disampaikan secara langsung.

“Kami tingkatkan patroli di wilayah Polsek Dampit guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Dan kami sampaikan agar jangan percaya dengan berita bohong (hoax),” ujar Amung.

Kabar teror Kolor Ijo hingga tertangkap CCTV, memang telah meresahkan masyarakat. Kepala Desa Amadanom, Sarimin langsung menggelar koordinasi dengan seluruh perangkat dan kepala dusun.

“Hasilnya tidak ada kolor ijo itu, cuplikan gambar yang diambil dari CCTV sangat tidak mungkin. Karena warga disini (Amadanom) tak memiliki CCTV. Kami berharap polisi segera bisa menangkap penyebar kabar bohong ini,” kata Sarimin.