Jepang Deteksi Sinyal Indikasikan Korut Akan Gelar Uji Coba Rudal

Jepang mendeteksi sinyal radio yang mengindikasikan Korea Utara (Korut) mungkin bersiap untuk menggelar peluncuran rudal balistik terbaru. Diduga peluncuran ini akan digelar dalam beberapa hari ke depan.

Korut berhenti menggelar uji coba rudal usai menembakkan sejumlah rudal dalam berbagai uji coba beberapa bulan terakhir. Terakhir kali, Korut menembakkan roket yang melintasi wilayah Pulau Hokkaido, Jepang bagian utara.

Dilaporkan kantor berita Jepang, Kyodo News Agency, seperti dilansir Reuters, Selasa (28/11/2017), bahwa pemerintah Jepang sedang dalam kondisi siaga usai mendeteksi sinyal radio yang mengindikasikan peluncuran rudal akan digelar dalam beberapa hari ini.

“(Sinyalred) Ini tidak cukup untuk menentukan (apakah peluncuran akan digelar segera),” ujar sumber pemerintahan Jepang kepada Reuters.

Menurut sumber ini, sinyal radio semacam ini bukan hal yang tidak biasa, ditambah citra satelit juga tidak menunjukkan aktivitas baru di fasilitas peluncuran rudal Korut. Laporan itu juga menyebut sinyal radio ini mungkin terkait dengan pelatihan musim dingin untuk militer Korut.

Sedangkan kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap News Agency, yang mengutip sumber pemerintahan Korsel menyebut para pejabat intelijen Amerika Serikat (AS), Korsel dan Jepang barubaru ini telah mendeteksi pertanda peluncuran rudal Korut dan kini dalam kondisi siaga tinggi.

Secara terpisah saat ditanya soal laporan ini, juru bicara Pentagon Kolonel Robert Manning menyatakan AS terus memantau Korut secara saksama. “Saat ini, upaya diplomatis masih memimpin, dengan didukung opsi militer,” ucapnya.

“Aliansi Republik Korea (Korsel) dan AS tetap kuat dan mampu menangkal setiap provokasi atau serangan Korea Utara,” tegasnya.
Sementara itu, dua sumber pemerintahan AS yang memahami aktivitas dan kemampuan Korut menyatakan pihaknya tidak tahu banyak soal informasi intelijen terbaru soal persiapan peluncuran rudal Korut. Namun mereka menyebut AS tidak akan terkejut jika uji coba rudal akan kembali digelar Korut dalam waktu dekat.

Ditambahkan oleh sejumlah pejabat intelijen AS lainnya bahwa Korut sebelumnya pernah secara sengaja mengirim sinyal palsu untuk menutupi persiapan sebenarnya, juga untuk mengetes intelijen AS dan sekutunya.