Jenderal AS Akui Rudal Korut Jelas Mampu Jangkau Wilayah Amerika

Seorang jenderal militer Amerika Serikat (AS) menyebut rudal balistik antarbenua milik Korea Utara (Korut) jelas memiliki kemampuan untuk menjangkau sebagian wilayah AS. Meskipun diakui sang jenderal bahwa akurasi rudal Korut tidak terlalu baik.

Diketahui bahwa pada 4 Juli lalu, Korut mengklaim sukses menggelar uji coba rudal balistik antarbenua atau ICBM. Para pakar militer bahkan memprediksi rudal ICBM Korut itu berpotensi menjangkau sebagian wilayah Alaska juga Hawaii, yang masih bagian dari wilayah AS.
Namun Jenderal Paul Selva yang menjabat Wakil Pemimpin Kepala Staf Gabungan AS, meyakini rudal ICBM Korut belum memiliki akurasi yang baik. Dengan kata lain, rudal ICBM Korut bisa menjangkau wilayah AS namun tidak tepat sasaran.

“Saya pada dasarnya sepakat dengan penilaian bahwa Korea Utara bergerak cepat dalam mengembangkan kemampuan rudal balistik antarbenua,” ucap Jenderal Selva di hadapan Komisi Angkatan Bersenjata Senat AS, seperti dilansir AFP, Rabu (19/7/2017).

“Apa yang diberitahukan para pakar kepada saya adalah, Korea Utara belum memiliki kapasitas untuk menunjukkan arah dan kontrol yang dibutuhkan,” imbuhnya, merujuk pada kemampuan Korut mengarahkan hulu ledak pada rudalrudalnya kepada target spesifik.
Saat ditanya lebih lanjut soal apakah rudal Korut sekarang bisa mencapai wilayah AS, Jenderal Selva dengan yakin menjawab: “Untuk jangkauan, mereka (Korutred) jelas memiliki kemampuan.”

Rudal ICBM bernama Hwasong14 yang diuji coba Korut pada awal Juli lalu, diperkirakan memiliki jangkauan antara 7 ribu 8 ribu kilometer. Jangkauan itu cukup untuk mencapai Alaska atau Hawaii, wilayah AS yang ada di Pasifik.

Analisa para pakar AS menyebut, rudal ICBM Korut kemungkinan besar akan mampu membawa hulu ledak seberat 500 kilogram yang bisa menjangkau San Diego, California, AS dalam waktu dua tahun ke depan.