Jelang Tutup Tahun, Target Pajak Surabaya Belum Tercapai

Jelang tutup tahun, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya belum memenuhi target. Capaiannya baru memenuhi 92 persen dari target Rp 3,5 Triliun.

“Penerimaan terbesar dari beragam pajak, paling tinggi dari PBB yang 100 persen dari target,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya Yusron Sumartono saat dihubungi detikcom, Rabu (22/11/2017).

Penerimaan terbesar kedua untuk pendapatan di sector pajak ini berasal dari BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) sekitar 85 persen atau Rp 890 Miliar.

“Biasanya tercapai saat menjelang akhir tahun, karena banyak orang melakukan balik nama, serta penghembang yang membuat akte jual beli,” ungkap dia.

Tahun depan target pajak meningkat, setelah melihat pertumbuhan kota saat ini. Menurutnya potensi pajak berasal dari banyaknya transaksi jual beli rumah di kawasan timur dan barat.

“Tahun depan naik Rp 300 miliar di awal tahun APBD,” imbuh Yusron.

Sejumlah pajak yang diterima hingga Oktober 2017 meliputi, pajak hotel 93 persen dari target Rp 222 M, pajak restoran 96 persen dari Rp 366 miliar, pajak hiburan 98 persen dari Rp 63 miliar, pajak reklame 90 persen dari Rp 131 miliar, pajak penerangan Jalan 97 persen dari Rp 361 miliar, pajak parkir 102 persen dari Rp 66 miliar, pajak air tanah 90 persen dari 1,5 miliar, PBB 102 persen dari Rp 967 miliar, dan BPHTB 85 persen dari Rp 1,87 triliun.