Iseng Cangkul Tanah, Tim Museum Trinil Temukan Fosil di Rumah Warga

Tanpa disengaja, tim pemelihara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Trinil Ngawi menemukan sebuah tulang yang diduga adalah fosil. Temuan tulang kali ini berada di pekarangan rumah warga yang tak jauh dari lahan Perhutani.

Sejak hari Senin (2/4/2018), tim Museum Trinil ini ikut serta dalam meneliti fosil gajah purba yang ditemukan oleh petani di lahan milik Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Desa Rejuno Kecamatan Karangjati.

Namun hal menarik terjadi ketika tim ini bersiap untuk kembali ke Ngawi. “Kita temukan kemarin sepulang dari lahan lokasi temuan awal. Saat kita akan mengambil mobil yang kebetulan parkir di rumah warga itu, kita seperti kayak penasaran ingin iseng mencukil tanah. Kok ada benda keras, akhirnya kita keruk ada benda tulang,” jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Trinil Hermawanto Alfin Cahyono kepada, Jumat (6/4/2018).

Temuan tulang tersebut, lanjut Alfin berlokasi di pekarangan rumah milik Kariyem (50), warga yang tinggal di Desa Rejuno tak jauh dari lahan Perhutani. Namun tim ini belum dapat memutuskan apa temuan tulang tersebut ada hubungannya dengan temuan di lahan Perhutani ataupun tidak.

“Untuk yang temuan terakhir ini kita belum bisa menyimpulkan apa termasuk fosil atau bukan. Kita masih teliti bersama tim arkeolog Museum Sangiran,” terang Alfin.

Alfin mengungkapkan, fosil tersebut berukuran panjang 40 cm dengan diameter antara 15-20 cm. Tulang tersebut dibawa dalam kondisi masih ada pasir yang menempel. Pasir ini sengaja tidak dibersihkan untuk melengkapi penelitian tulang yang diduga fosil tersebut.

Sementara itu, 297 Fosil atau potongan fosil gajah purba atau Stegodon yang ditemukan sebelumnya di lokasi yang berdekatan telah dipindahkan ke KPH Saradan, Madiun untuk alasan keamanan.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *