Iran Tahan 50 Orang yang Dicurigai ISIS

Petugas Iran menahan sedikit-dikitnya 50 orang, yang dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok petempur di provinsi barat, kata jaksa pada Minggu terkait tindakan terkini dalam serangkaian penangkapan menyusul serangan senjata dan bom kembar di Teheran.

Penangkapan itu dilakukan beberapa hari setelah Garda Revolusi Iran menembakkan peluru kendali dari Iran barat ke Suriah bagian timur, yang ditujukan ke sarang ISIS, yang mengaku bertanggung jawab atas serangan pada 7 Juni di ibu kota, Teheran, yang menewaskan 18 orang.

“Sejak serangan teroris di Teheran, lebih dari 50 pendukung dan unsur terkait dengan kelompok teror ditangkap di provinsi Kermanshah,” kata jaksa provinsi Nemat Sadeqi kepada kantor berita IRNA.

“Sejumlah besar sabuk bunuh diri, pemicu elektronik dan senjata disita dari tahanan itu,” kata IRNA mengutip Sadeqi.

Pihak berwenang Iran telah mengumumkan puluhan penangkapan menyusul serangan Teheran. Pada Sabtu, media pemerintah mengatakan pasukan keamanan telah menangkap anggota sebuah kelompok yang terkait dengan kelompok IS yang telah merencanakan pemboman dan serangan bunuh diri di pusat keagamaan kelompok Syiah.

Serangan oleh militan Muslim Sunni pada parlemen Iran dan di dekat makam pendiri Republik Islam telah memperburuk ketegangan kawasan.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan penangkapan itu akan meningkatkan kebencian terhadap Arab Saudi, kekuatan Sunni utama di kawasan, dan Amerika Serikat.

Rangkaian serangan itu muncul tak lama setelah Arab Saudi dan kekuatan Sunni lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, atas tuduhan bahwa Qatar mendukung Teheran dan kelompok garis keras.

Korps Garda Revolusioner Islam, yang berpengaruh, menuding Arab Saudi berada di balik serangan tersebut, yang jarang terjadi di Iran.

Menteri Luar Negeri Saudi del A-Jubeir, ketika berbicara di Berlin, mengatakan ia tidak tahu siapa yang bertanggung jawab dan tidak ada bukti keterlibatan kalangan pegaris keras Saudi.

Serangan juga memperburuk ketegangan di Iran antara Presiden Hassan Rouhani, yang baru terpilih serta merupakan sosok pragmatis, dan saingan-saingannya di antara kalangan ulama garis keras dan Garda Revolusioner.

Penyerang berpakaian perempuan itu memasuki gerbang utama parlemen di Tehran pusat, kata wakil menteri dalam negeri Mohammad Hossein Zolfaghari, kata kantor berita Tasnim.

Salah satu dari penyerang meledakkan rompi bunuh diri di parlemen, katanya.

Sekitar lima jam setelah laporan pertama, media Iran mengatakan empat orang yang melakukan penyerangan di gedung parlemen terbunuh dan insiden itu berakhir.

Setidak-tidaknya 12 orang tewas oleh para penyerang, kata kepala departemen tanggap darurat Iran Pir-Hossein Kolivand, seperti dikutip stasiun penyiaran IRIB. Sekitar 43 orang terluka dalam serangan itu.

Tidak lama setelah gedung parlemen diserang, seorang pengebom lain meledakkan rompi bunuh diri di dekat makam pendiri Iran, yang dipuja, Ayatollah Khomeini, kata Zolfaghari. Tempat suci itu terletak beberapa kilometer di selatan kota tersebut.

Penyerang kedua ditembak mati, katanya.

Makam tersebut merupakan salah satu tujuan utama wisatawan dan peziarah.

Kementerian Intelijen mengatakan pasukan keamanan menahan “kelompok teroris” lain, yang berencana melancarkan serangan ketiga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *