Inilah Otak di Balik Kaburnya 4 Napi Asing di Lapas Kerobokan

Kepolisian Daerah Bali terus mengembangkan penyidikan terkait dengan kaburnya empat napi asing penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar, Bali.

Empat narapidana yang diketahui kabur pada Senin, 19 Juni 2017 itu masing-masing, Shaun Edward Davidson alias Eddie Lonsdale alias Michael John Bayman Bin Eddi, 33, (Australia), Dimitar Nikolov Iliev alias Kermi Bin Alm Nikola Iliev, 43, (Bulgaria).

Sementara yang keduanya, Sayed Mohammed Said, 31, (India), dan Tee Kok King Bin Tee Kim Sai, 50, (Malaysia).

Berdasarkan penelusuran Radar Bali (Jawa Pos Group), otak di balik kaburnya empat warga negara asing itu adalah Shaun Edward Davidson. Dia merupakan napi kasus kepemilikan paspor palsu.

“Otaknya adalah Shaun,” kata sumber Radar Bali, Selasa (27/6).

Sementara itu, Dimitar Nikolov Iliev dan Sayed Mohammed Said sudah ditangkap. Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja mengatakan, keduanya ditangkap saat berada di Timor Leste, Kamis, 22 Juni 2017.

Menurut Sayyed Mohammed Said dan Dimitar Nikolav, aksi kabur dirancang sejak seminggu sebelum beraksi.

“Aksi kabur berjalan lancar karena keempat-empatnya menghuni blok yang sama di Blok Bedugul. Kebetulan lokasi terowongan tempat mereka kabur, tak jauh dari Blok Bedugul,” tambahnya.

Lantas, dari mana mereka tahu ada gorong-gorong di dekat Blok Bedugul? “Mereka mengetahuinya dari cerita warga binaan lain,” pungkasnya.

Dirreskrimum Polda Bali Kombes Sang Made Mahendra Jaya, tak menampik dan membantah penyataan sumber Jawa Pos Radar Bali.

“Saat ini sambil melakukan pemeriksaan, baik memintai keterangan dari kedua orang itu, kami juga masih melakukan pengejaran terhadap dua buronan lain,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *