Ini Perlintasan Liar, Saksi Bisu Tabrakan KA Sancaka Vs Truk

Tabrakan dahsyat antara KA Sancaka dan truk trailer terjadi di titik ini, Jumat (6/4) malam. Sebetulnya bukan perlintasan karena bentuknya hanya lahan kosong di areal persawahan. Karena itu, PT KAI menyebutnya perlintasan liar.

Lokasi masuk wilayah Dusun Dadung, Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi. Sekitar 500 meter dari lokasi proyek Tol Solo-Ngawi. Di dekat perlintasan, ada proyek pengerjaan double track. Maka itu, truk pengangkut beton proyek lewat titik tersebut.

Menurut saksi mata, saat kejadian, truk menyeberang rel. Tak diketahui sebabnya alasan sopir nekat melaju. Sebab, pada saat bersamaan, KA Sancaka melaju kencang dari arah Yogyakarta menuju Surabaya. Dan brakk! Tabrakan tak terhindarkan.

Loko KA Sancaka terguling, gerbong di belakangnya keluar rel dengan posisi melintang. Sementara truk hancur nyaris tak berbentuk. Sopir diduga selamat karena kepala truk tak ikut hancur. Sopir tak berada di dalamnya.

“Sopir tidak ada. Kemungkinan kabur,” kata Manajer Humas Daop 7 Madiun, Supriyanto, Sabtu (7/4/2018).

Korban tewas di pihak KA Sancaka. Masinis, Mustofa, terjepit di loko yang terguling. Dia dievakuasi 3 jam setelah kejadian. Sementara asisten masinis, Hendra Wahyudi, terluka dan mengalami patah kaki.

PT KAI menyesalkan sopir truk yang lalai saat melintas rel. Ulah sopir yang belum diketahui identitasnya itu menyebabkan korban meninggal dan luka. Juga membuat arus perjalanan kereta sangat terganggu.

“Lokasi kejadian perlintasan liar petak jalan antara Stasiun Kedungbanteng-Walikukun,” sebut VP Corporate Communications PT KAI, Agus Komarudin, soal titik kecelakaan sebagaimana terlihat di foto.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *