Ini Pengakuan Pelaku Penyekap dan Penganiaya Bocah 4 Tahun di Solo

Polisi menangkap dua orang kakak beradik yang menjadi tersangka penyekapan dan penganiayaan terhadap bocah 4 tahun di Solo. Pengakuan tersangka, penganiayaan dilakukan karena tidak sabar menghadapi kenakalan korban.

“Kenakalan anak itu saya sudah tahu sejak lama, tapi tidak pernah menyiksa. Terakhir dia buang air besar sembarangan, dilempar ke mana-mana,” kata salah satu tersangka, Dedi (32) saat ditemui wartawan di Mapolsek Banjarsari, Solo, Sabtu (17/2/2018).

Peristiwa penyekapan bocah berinisial P itu diketahui polisi pada Jumat (16/2) kemarin berdasarkan laporan pihak hotel, tempat korban disekap. P ditemukan dalam kondisi kaki dan tangan terikat, serta mulut dilakban.

P saat itu diketahui berdua bersama tersangka lain yang juga adik Dedi, Iwan (22). Tindakan kekerasan dilakukan Iwan atas suruhan Dedi.

“Saat itu saya mau Imlekan, saya titipkan ke Iwan. Saya nyuruh Iwan (mengikat) karena anaknya nakal,” ujar Dedi.

Setelah diperiksa pihak kepolisian, diketahui bahwa hubungan Dedi dengan P ialah ayah tiri. Dedi mengaku telah menikah siri dengan ibu kandung P, Maria dan telah memiliki seorang anak.

“Kalau (berpisah) dengan suami pertama katanya sudah 6 tahun. Katanya baru proses cerai, kemarin ditanya surat cerainya belum ada,” ungkap Kapolsek Banjarsari, Kompol I Komang Sarjana.

Dedi dan Iwan merupakan warga Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat. Mereka bersama Maria tinggal di sebuah indekos di Solo.

“Dua tersangka kita kenakan Pasal 77 UU Perlindungan Anak, maksimal penjara 5 tahun. Ibunya sudah kita amankan, tapi statusnya masih sebagai saksi,” ujar Komang.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *