Ini Pendapat Generasi Milenial Soal Debat Perdana Pilgub Jabar

Empat pasangan calon Pilgub Jabar sudah menyampaikan visi misi dan program kerja dalam debat publik perdana. Namun disayangkan tidak muncul program yang menyentuh generasi muda atau kaum milenial.

Irma Christine (22) mengatakan tidak ada paslon yang menawarkan solusi atau kebijakan yang pro terhadap generasi milenial. Padahal berbagai tantangan menanti generasi milenial untuk masa depan bangsa.

“Tidak ada yang menawarkan peningkatan SDM (milenial) Jabar. Jangan cuma dikasih pelatihan, penyuluhan dan sertifikasi, tetapi ada program nyata yang benar-benar ada dampaknya buat generasi milenial,” kata Irma kepada detikcom di Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (14/3/2018).

Tidak hanya belum berpihak kepada generasi milenial, beragam janji manis ditawarkan masih ngambang. Pasalnya, sambung dia, belum ada contoh kongkrit untuk bisa merealisasikan program tersebut.

“Kalau ditonton pas debat kemarin, visi misinya yang disampaikannya belum jelas ya. Program riilnya buat Jabar jika para kandidat terpilih enggak terekspose,” ungkap dia

Menurutnya program-program yang dijanjikan belum tereksplore dengan baik. Sehingga, sambung dia, tidak tergambarkan dengan gamblang langkah untuk merealisasikan janji politik tersebut.

“Nanti kalau debat selanjutnya para paslon bisa lebih mengeksplor program-program unggulannya, fokus sama fakta dan kebijakan apa buat Jabar yang bener-bener bisa ditindaklanjuti,” tutur Mahasiswa Widyatama ini

Diakuinya keterbatasan waktu juga menjadi kendala para paslon tidak bisa menjelaskan secara rinci setiap program yang ditawarkan. Ia berharap penyelenggara mempertimbangkan kembali regulasi debat.

“Durasi debat dan menjawab pertanyaannya mungkin bisa sedikit diperpanjang untuk debat selanjutnya. Waktu 1 sampai 1,5 menit sepertinya kurang, gak bisa menyimak utuh apa yang disampaikan paslon,” jelas Irma.

Nazmi Abdurrahman (25) mengaku belum melihat adanya program-program yang menyentuh generasi muda. Program yang ditawarkan masih terlalu umum seputar ekonomi, infrastruktur.

“Jadi program-programnya masih umum, gak ada yang spesifik. Saya lihat juga belum ada yang menyinggung atau pro ke kaum milenial,” kata Nazmi ditempat yang sama.

Mahasiswa Jurnalistik Unikom ini mengaku belum menemukan alasan untuk memilih salah satu paslon. Pasalnya, sambung dia, program-program yang dijanjikan masih belum tergambarkan dengan baik.

“Jadi program-program saat debat itu belum tergambar jelas. Jadi saya masih bingung mau pilih siapa karena programnya terlalu umum dan ngawang-ngawang,” kata Nazmi.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *