Ini Kesulitan Pemkab Bandung Relokasi SD Terendam Banjir

Bandung Lima sekolah dasar (SD) di Kecamatan Dayeuhkolot dan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi langganan banjir. Sewaktu kelas terendam banjir, ratusan siswa SD harus berbagi tempat dengan para pengungsi lainnya saat aktivitas belajar di area pengungsian.

Bangunan sekolah terdampak banjir yaitu SDN 1 dan 2 Bojong Asih Dayeuhkolot, SDN Bolero 7 dan 10 Baleendah dan SDN Andir 1 Baleendah. Pemkab Bandung sulit merelokasi bangunan sekolah tersebut lantaran masalah ketersediaan lahan.

“Kalau merelokasi tiga bangunan sekolah tersebut, harus merelokasi permukiman warganya juga,” kata Wakil Bupati Bandung Gungun Gunawan di rumah dinasnya, kawasan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/11/2017).

Baca juga: Banjir di Bandung, 150 Siswa SD Bojongasih Ngungsi ke Aula Desa

Pagi tadi kegiatan belajar mengajar (KBM) guru serta siswa SDN 1 dan 2 Bojong Asih dipindahkan ke aula Desa Dayeuhkolot. Sedangkan KBM untuk siswa SDN Bolero 7 dan 10 berlangsung di sejumlah rumah warga yang tidak kebanjiran. Untuk para siswa SDN 1 Andir mengungsi ke Gedung Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Baleendah.

Menurut Gungun, gedunggedung sekolah tersebut bila direlokasi malah menjauh jaraknya dari permukiman penduduk. Sedangkan warga ingin letak sekolah tidak pindah.

“Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sementara bangunan sekolahnya ditinggikan,” ujar Gungun.

Dia menambahkan masalah banjir di Kabupaten Bandung sudah menjadi bencana Nasional yang harus dipikirkan pemerintah pusat dan provinsi. “Banjir di Kabupaten Bandung harus diselesaikan bersama,” kata Gungun.