Ini Kampung Religi Ki Ageng Gribid di Exit Tol Malang-Pandaan

Malang Kompleks makam Ki Ageng Gribig di Madyopuro, Kedungkandang, Kota Malang, diharapkan jadi kampung religi. Lokasinya akan berada tepat di exit tol PandaanMalang.

“Masyarakat setempat berharap demikian, menjadi kampung religi seperti makam Sunan Ampel, Mbah Hamid Pasuruan, atau juga makam wali songo lainnya,” kata Kepala Seksi Promosi Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang Agung Buwana kepada detikcom, Senin (20/11/2017).

Focus Grup Diskusi (FGD) telah digelar masyarakat untuk mematangkan rencana tersebut.

Kampung Religi Ki Ageng Gribid/ Foto: Muhammad Aminudin

“Hasilnya rencana ini bisa masuk Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dari Kelurahan Madyopuro agar bisa ditindaklanjuti oleh Pemkot Malang,” beber Agung.

Sebuah rest area akan didirikan di kawasan Masjid Ki Ageng Gribid berada di sisi utara kompleks makam. Di sana bisa menjadi transit lalu lalang kendaraan ketika keluar masuk tol.

“Harapan masyarakat tol membawa berkah, rest area dibangun dengan beragam fasilitas. Kuliner, oleholeh, cinderamata,” tutur Agung.

Kampung Religi Ki Ageng Gribid/ Foto: Muhammad Aminudin

Kompleks makam Ki Ageng Gribig, ada juga makam Tumenggung Notodiningrat I atau Bupati Malang pertama (18191839), Raden Adipati Aryo Notodiningrat atau Bupati Malang ke2 (18391854), serta ada makam adipati sejumlah daerah, Situbondo Bondowoso, hingga Surabaya.

Agung mengatakan, kepopuleran Ki Ageng Gribig telah banyak mengundang peziarah berdatangan. Rencana ke depan, ada revitalisasi untuk memaksimalkan sebagai wisata religi di wilayah timur Kota Malang.

“Kalau peziarah sudah banyak datang, kita coba untuk merevitalisasi. Ki Ageng Gribig adalah tokoh masyhur di jamannya hingga Bupati Malang 1 hingga 3 serta adipati lain dimakamkan di sana,” beber Agung.

Kampung Religi Ki Ageng Gribid/ Foto: Muhammad Aminudin

Dikatakan juga, dalam pengembangam potensi ini, tak akan mengacu kepada satu keyakinan tentang hikayat atau asal usul dari Ki Ageng Gribig.

Dalam FGD terungkap ada tiga versi, yakni Ki Ageng Gribig makamnya juga ada di Jatinom KlatenJawa Tengah, sezaman dengan Sultan Agung, kedua Ki Ageng Gribig asal Blambangan, dan terakhir Ki Ageng Gribig sezaman dengan Mbah Onggo, makamnya ada di daerah Talun, Kota Malang.

“Versi termudanya pelarian dari Perang Diponegoro. Seluruh pasukannya atau pengikutnya menyebar ke sebelah timur. Tiga versi ini saling berkaitan, tapi kita tidak mempermasalahkan. Dan berpegang pada cerita rakyat (forklorr) yang diyakini di daerah makam Ki Ageng Gribid berada di Madyopuro, Kota Malang,” ujar Agung.

(fat/fat)

Related Post