Ini Alasan PAN Mendua Hati Soal Pilgub Riau

Pekanbaru PAN mendadak memberikan rekomendasi Pilgub Riau kepada Firdaus yang menjabat Wali Kota Pekanbaru. Padahal sebelumnya merekomendasikan Syamsuar Bupati Siak. Mengapa PAN mendua hati?

“Kami melihat, setelah lima pekan lebih memberikan rekomendasi kepada Syamsuar, belum ada dampak kemajuan atau tandatanda akan berkoalisi dengan partai lain. Inilah alasan kami,” kata Sekretaris DPW PAN Riau, Zulmizan Assegaf kepada detikcom, Selasa (4/12/2017).

Menurut Zulmizan, DPP PAN memberikan rekomendasi kepada Firduas tertanggal 20 November 2017. Hal itu dilakukan, karena menjelang pendaftaran calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau pada 8 sampai 10 Januari 2018, belum terlihat tandatanda akan berkoalisi dengan partai lain.

“Padahal tugas Syamsuar saat menerima rekomendasi dari PAN, untuk mencari partai koalisi, karena kita hanya 7 kursi sedangkan persyaratan harus 13 kursi. Kekurangan menjelang pendaftaran ini belum juga tampak dari Syamsuar,” kata Zulmizan.

Sehingga DPP PAN, kata Zulmizan, tidak ingin partainya nanti tidak ikut dalam pesta demokrasi bila sampai batas waktu yang diberikan belum dapat koalisi dengan partai lain.

“Guna mengantisipasi hal itu, makanya kita mengeluarkan rekomendasi lagi kepada Firdaus untuk bakal calon Gubernur Riau. Tugasnya juga sama, mencari partai koalisi,” kata Zulmizan yang juga Wakil Ketua Pemenangan Pilkada DPW PAN Riau itu.

Dengan dua bakal calon Gubernur Riau yang direkomendasi PAN ini, lanjut Zulmizan, maka akan ada kompetisi keduanya dalam merangkul partai lain untuk berkoalisi sekaligus mencari pasangan posisi Wakil Gubernur Riau.

“Siapa di antara keduanya yang nantinya dapat berkoalisi dengan partai lain, itu tentunya yang akan mendapatkan SK dukungan dari PAN,” tutup Zulmizan.