Ini Alasan IPDN Beri Gelar Doktor Honoris Causa ke Megawati

Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri akan mendapat gelar doktor honoris causa dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ini merupakan gelar doktor honoris causa ke-7 yang diterima Megawati.

“IPDN memberikan gelar doktor kehormatan sebagai pengakuan kenegarawanan Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau sosok yang berpengetahuan luas mengenai politik dan pemerintahan serta konsisten menegakkan demokrasi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Gubernur IPDN Prof Dr Ermaya Suradinata, SH, MH.

Megawati dinilai sebagai sosok yang meletakkan dasar kebijakan desentralisasi yang berkesinambungan untuk Indonesia. Prof Ermaya juga mengatakan bukan kebetulan IPDN memberikan gelar doktor kehormatan kepada Presiden RI ke-5 itu bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional.

“Ibu Megawati Soekarnoputri benar-benar kokoh dalam prinsip, bersikap tegas, dan selama memimpin, seluruh jajaran Kabinet Gotong Royong bekerja dengan tenang karena beliau selalu tegas mengambil tanggung jawab terhadap berbagai persoalan penting, namun pada saat bersamaan tetap menampilkan kepemimpinan perempuan yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan, dan sangat respek terhadap lingkungan dan kebudayaan,” paparnya.

Sementara itu, PDIP menyatakan apresiasi atas penghargaan yang diberikan IPDN kepada sang ketum. PDIP juga mengucapkan terima kasih atas penghargaan itu.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut penghargaan dari IPDN itu merupakan gelar doktor kehormatan ke-7 yang diterima Megawati. Empat di antaranya diberikan oleh universitas luar negeri, yakni dari Jepang, Rusia, Korea Selatan (dua universitas), dan tiga dari perguruan tinggi dalam negeri.

Hasto menyebut gelar kehormatan dalam bidang politik pemerintahan itu sebagai bentuk pengakuan jasa Megawati yang dinilai mampu menjalankan politik pemerintahan yang demokratis, stabil, dan efektif dalam menjalankan agenda reformasi. Selain itu, termasuk saat putri proklamator Sukarno tersebut mengatasi berbagai krisis multidimensional saat memimpin Indonesia.

“Saat menjabat sebagai presiden, Ibu Megawati juga adalah inisiator yang mendirikan lembaga KPK. Di masa Ibu Megawati jugalah demokrasi yang sebenar-benarnya terjadi dengan penyelenggaraan pemilu presiden one man one vote,” tegas Hasto dalam keterangan yang sama.

Seperti diketahui, IPDN didirikan oleh Presiden RI pertama Sukarno di Malang pada 1956. Saat itu namanya adalah Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN).

Adapun gelar doktor honoris causa yang sudah pernah diterima Megawati sebelumnya berasal dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang (2001); Moscow State Institute of International Relation, Rusia (2003); Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel (2015); Universitas Padjadjaran (2016); Universitas Negeri Padang (2017); dan Mokpo National University, Mokpo, Korsel (2017).

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *