India Larang Penumpang Mengacau Terbang 3 Bulan Hingga Seumur Hidup

Otoritas India telah memberlakukan aturan baru untuk para penumpang yang mengacau di dalam pesawat. Mereka dilarang untuk terbang dengan pesawat apapun, selama 3 bulan hingga seumur hidup.

Seperti dilansir Reuters dan The New Indian Express, Jumat (8/9/2017), pemerintah federal India akan merilis daftar larangan terbang atau nofly list untuk penumpang yang pernah mengacau di pesawat. Orangorang yang masuk daftar ini tidak diperbolehkan terbang untuk jangka waktu tertentu.

Lamanya larangan terbang tergantung pada tingkat perilaku mengacau yang pernah dilakukan. Oleh pemerintah India, perilaku mengacau dalam pesawat dibagi menjadi tiga kategori, yakni verbal, fisik dan membahayakan nyawa.

Jika seseorang dinyatakan bersalah atas kekerasan verbal, dia akan dilarang terbang hingga 3 bulan. Jika dia bersalah melakukan kekerasan fisik di pesawat, maka akan dilarang terbang hingga 6 bulan. Terakhir jika dia bersalah melakukan perilaku yang membahayakan nyawa orang lain, maka akan dilarang terbang selama 2 tahun hingga seumur hidup.

Keputusan untuk memberlakukan larangan terbang terhadap penumpang yang mengacau akan diambil oleh komisi independen beranggotakan tiga orang perwakilan maskapai terkait. Komisi ini harus mengambil keputusan dalam waktu 30 hari setelah perilaku mengacau terjadi. Hingga putusan diambil, pihak maskapai terkait berhak melarang penumpang itu terbang untuk sementara waktu dengan maskapainya.

Namun begitu putusan diambil dan penumpang itu masuk daftar larangan terbang, maka dia tidak akan bisa terbang dengan semua maskapai. Ditegaskan pemerintah India, bahwa aturan baru ini juga berlaku bagi maskapai internasional, selain maskapai domestik di India.

“Konsep larangan terbang didasarkan pada keselamatan para penumpang lainnya, awak dan keselamatan pesawat, dan tidak hanya pada ancaman keamanan,” tegas pemerintah federal India dalam pernyataannya.

Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil pada Otoritas Keselamatan India (DGCA) akan memegang daftar larangan terbang nasional yang berisi namanama penumpang yang pernah mengacau di pesawat. Namanama penumpang yang mengacau diserahkan oleh masingmasing maskapai kepada DGCA.

“Larangan terbang akan menjadi tambahan bagi setiap aksi legal apapun yang diambil terhadap pelanggar di bawah hukum yang berlaku,” tegas Menteri Penerbangan Sipil Ashok Gajaptahi Raju.

Aturan larangan terbang diberlakukan setelah insiden anggota parlemen India bernama Ravindra Gaikwad menyerang pejabat maskapai Air India, awal tahun ini. Dampak dari tindakannya, Gaikwad yang tergabung partai regional Shiv Sena ini dilarang terbang dengan seluruh maskapai domestik. Untuk bepergian, Gaikwad terpaksa menggunakan kereta api. Namun larangan terbang untuk Gaikwad telah dicabut setelah dia meminta maaf.