India Akan Deportasi 40 Ribu Warga Rohingya

Pemerintah India berencana untuk mendeportasi sekitar 40 ribu warga muslim Rohingya yang menurutnya, tinggal secara ilegal di negara tersebut. India tengah melakukan pembicaraan dengan Bangladesh dan Myanmar untuk membahas deportasi tersebut.

Ratusan ribu warga Rohingya lari dari penindasan yang mereka alami di Myanmar dan pergi ke negara tetangga, Bangladesh sejak awal tahun 1990an. Sebagian dari mereka mengungsi ke India.

Pemerintah New Delhi menyatakan, hanya sekitar 14 ribu warga Rohingya yang tinggal di India terdaftar resmi di badan pengungsi PBB. Ini artinya, puluhan ribu warga Rohingya lainnya tinggal di India secara ilegal dan bisa dipulangkan kembali ke Myanmar. India tidak termasuk negara yang menandatangani konvensi PBB soal pengungsi dan tak ada hukum nasional yang mengatur soal itu.

“Hal ini tengah dibahas di tingkat diplomatik dengan Bangladesh dan Myanmar,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri India K.S. Dhatwalia seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (11/8/2017).

“Penjelasan lainnya akan muncul di waktu yang tepat,” imbuhnya.

Menteri Dalam Negeri Junior Kiren Rijiju mengatakan pada parlemen, pemerintah federal telah memerintahkan pemerintah negaranegara bagian untuk “membentuk gugus tugas di tingkat distrik guna mengidentifikasi dan mendeportasi warga asing yang tinggal secara ilegal”.

Belum ada komentar dari pemerintah Myanmar terkait rencana deportasi ini. Organisasi HAM Amnesty International mengingatkan bahwa mendeportasi dan mengabaikan Rohingya adalah tidak bermoral.