Ibu yang Terbakar Bersama Anaknya di Probolinggo Meninggal Dunia

Suasana duka menyelimuti keluarga Sholeha (35). Perempuan asal Probolinggo yang nekat membakar diri bersama anaknya ini akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada hari Senin (9/4/2018).

Sholeha sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo. Bahkan untuk memaksimalkan perawatan medis, Sholeha juga dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya pada hari Rabu (11/1/2018) dini hari.

Namun baru sehari mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan tersebut, kesehatan korban justru tidak membaik. Hingga akhirnya korban menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis, (12/4/2018) sekitar pukul 03.00 WIB.

Hal ini disampaikan Bilal Efendi (35), salah satu sepupu Sholeha. Korban mengalami luka bakar yang serius di sekujur tubuhnya. Bahkan berdasarkan keterangan dokter saat berada di ICU dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo, luka bakar pada tubuh korban mencapai 75-80 persen.

“Dengan harapan kondisinya bisa lebih baik, adik saya langsung dirujuk ke Surabaya, setelah kondisinya ada kestabilan,” katanya saat ditemui di rumah duka di Dusun Bringin Desa Pondok Wuluh Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, Kamis (12/4/2018).

Setelah dirawat sehari di RSUD Dr Soetomo Surabaya, nyawa korban tidak tertolong karena dokter menilai organ tubuh dalam korban juga mengalami luka bakar. “Sehingga korban meninggal dunia setalah mendapatkan pertolongan medis,” tambahnya.

Jenazah Sholeha sudah dipulangkan ke rumahnya di Desa Pondok Wuluh Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo dan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Anak Sholeha yang terbakar bersamanya, Faris (17 bulan) sudah meninggal terlebih dahulu, beberapa jam pasca kejadian kelam di persawahan tak jauh dari rumah mereka, Senin (9/4/2018) petang.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *